iklan

EKONOMI, POLITIK, INTERNASIONAL

Timor-Leste inginkan perjanjian mobilitas tenaga kerja dengan Portugal

Timor-Leste inginkan perjanjian mobilitas tenaga kerja dengan Portugal

Foto google

DILI, 12 oktober 2022 (TATOLI)– Pemerintah Timor-Leste (TL) menginginkan adanya perjanjian mobilitas tenaga kerja dengan Pemerintah Portugal. Seperti yang telah dilakukan antara TL dengan Australia dan Korea Selatan.

Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengurangi konsekuensi dari perjalanan orang Timor di Portugal tanpa kontrak kerja yang menjamin masa tinggal dengan kondisi kehidupan yang layak.

Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEK -tetun), José Amorim Dias, menginformasikan bahwa kedutaan TL di Portugal telah melakukan kontak awal terkait hal ini. Kontak ini bertujuan untuk membangun negosiasi bilateral yang membahas kondisi di mana orang Timor bepergian dan tinggal di Portugal.

“Kami ingin membuat perjanjian mobilitas tenaga kerja untuk memudahkan orang Timor mendapatkan pekerjaan di Portugal”, kata direktur itu kepada Tatoli, secara esklusif di MNEK.

Dikatakan TL dan Portugal akan membahas mekanisme untuk memverifikasi kondisi nyata orang Timor yang ingin pergi ke Portugal, terutama kondisi kerja dan subsistensi dalam jangka pendek.

Amorim Dias juga mengungkapkan bahwa draft kesepakatan mobilitas disiapkan oleh Kedutaan Besar TL di Portugal dan dikirim ke MNEK, untuk ditinjau sebelum kesimpulan kesepakatan secara formal.

“Kedua pemerintah akan meninjau klausul yang terkandung dalam rancangan proyek. Jika ada kesepakatan, kedua negara akan menandatanganinya,” tambahnya.

Hal ini pun dilakukan karena, Pemerintah Portugis telah meminta pemerintah TL untuk mencegah orang Timor bepergian ke Portugal, terutama mereka yang akan mencari pekerjaan.

“Pemerintah Portugal merekomendasikan agar TL melakukan kampanye kesadaran di kalangan masyarakat umum, untuk mencegah orang Timor bepergian ke luar negeri, terutama ke Portugal. Karena, saat ini ruang (akomodasi) di Lisbon sudah habis terjual dan pekerjaan pun terbatas,” kata José Amorim Dias.

José Amorim Dias menyoroti bahwa saat ini ada sekitar lima ribu orang Timor di wilayah Portugis yang mencari pekerjaan.

Sebelumnya MNEK dan CPLP, pada 17 juli 2021 di Angola telah menandatangani Perjanjian Mobilitas antara negara-negara yang ditugaskan untuk organisasi, yang mulai berlaku akan terjadi setelah pengiriman masing-masing dokumen ratifikasi kepada Sekretariat Eksekutif.

Kesepakatan tersebut akan memungkinkan mobilitas dan sirkulasi yang lebih besar di dalam ruang CPLP, sehingga memfasilitasi pergerakan warga yang terkena dampak dari negara-negara anggota.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor       : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!