DILI, 13 mei 2022 (TATOLI)—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan mitra internasional Uni Eropa dan UNICEF mempromosikan praktik gizi sehat pada masyarakat di Desa Cairui Kotamadya Manatuto.
Dalam acara promosi praktik gizi sehat dilakukan dalam Kunjungan Menteri Kesehatan, Odete Maria Frietas Belo, Duta Besar Uni Eropa di TL, Andrew Jacobs, Atase Kerja Sama di Kedutaan Besar Portugal, Christina Faustino, dan Perwakilan UNICEF di TL, Bilal Durrani di Desa Cairui,
Dalam siaran pers yang diakses Tatoli dijelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menilai kemajuan yang dibuat dengan komunitas yang didukung UE dalam memimpin proyek sanitasi total (CLTS).
Desa Cairui dinyatakan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (ODF) pada Desember 2021 dan merupakan salah satu inisiatif sanitasi total (CLTS) yang dipimpin masyarakat paling sukses dimana inisiatif bersama diluncurkan pada tahun 2020 di kotamadya Baucau, Dili dan Manatuto.
Sejak diluncurkan di Manatuto, 23 dari 31 (sebesar 74%) desa di kotamadya itu telah dinyatakan ODF, dan memberi manfaat bagi 39.067 orang, termasuk lebih dari 4.380 anak balita. Inisiatif CLTS mendukung kemajuan Timor-Leste menuju menjadi ODF sepenuhnya pada akhir 2024.
Menteri Kesehatan, Odete menilai masyarakat memahami perlunya perbaikan sanitasi, dan mengambil tindakan untuk mengubah perilaku, membangun toilet, dan meningkatkan sanitasi melalui inisiatif bersama ini.
“Kami melihat contohnya di tempat-tempat seperti Cairui, dan saya mendorong masyarakat di seluruh Timor-Leste untuk mengadopsi tindakan sanitasi total dan mencegah penyakit dan kekurangan gizi pada anak-anak dan keluarga,” ungkap Odete Maria Frietas Belo.
Sementara itu, Dubes UE mengatakan proyek ini akan membuat perbedaan besar, meningkatkan kehidupan dan prospek anak-anak saat mereka tumbuh dewasa. Inilah mengapa apa yang dilakukan hari ini sangat penting tidak hanya bagi negara tetapi juga bagi Uni Eropa.
Selain CLTS, UNICEF bekerja sama dengan jaringan Mother Support Groups (MSG) di delapan kota untuk mempromosikan kebersihan, ASI eksklusif untuk setiap anak selama enam bulan, makanan pendamping, dan nutrisi yang tepat untuk anak dan ibu.
Perwakilan UNICEF di TL, Bilal Durrani menjelaskan dampak sanitasi yang buruk pada anak-anak dan keluarga sangat merusak, menyebabkan kekurangan gizi, penyakit, ketidakhadiran di sekolah, pembelajaran yang buruk, dan bahkan kematian.
“Tapi ini bisa diubah dengan langkah-langkah kunci tapi sederhana dengan tidak buang air besar sembarangan, akses yang lebih baik ke air bersih dan lingkungan yang bersih,” kata Bilal Durrani.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




