iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, DILI

Otoritas UNDP-MTKI dan RAEOA sepakat promosikan pariwisata berbasis komunitas

Otoritas UNDP-MTKI dan RAEOA sepakat promosikan pariwisata berbasis komunitas

Foto google

DILI, 6 Mei 2022 (TATOLI)-Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), Kementerian Perdagangan dan Industri Pariwisata (MTKI-tetum),  bersama dengan otoritas Daerah Wilayah Administrasi Khusus Oecusse-Ambeno (RAEOA) sepakat, mempromosikan pariwisata berbasis komunitas di RAEOA.

Perwakilan UNDP di Timor-Leste, Munkhtuya Altangerel mengatakan TL memiliki banyak potensi pada sektor pariwisata. Sehingga UNDP dengan rencana strategis pemerintah tahun 2019 hingga 2023 akan mempromosikan pariwisata berbasis komunitas  di seluruh wilayah Timor-Leste.

“Kami telah menyediakan website untuk pariwisata berbasis komunitas. Platform online ini didirikan untuk mendukung strategi pemasaran dan mempromosikan produk khas Timor-Leste yang harus dimiliki pariwisata domestik dan internasional,” kata perwakilan UNDP, Munkhtuya Altangerel pada wartawan TATOLI di Dili, jumat ini.

Ia menjelaskan, UNDP menyediakan website terlengkap di zona RAEOA yakni www.visitoecusse.tl . Manfaatnya agar masyarakat lebih mengenal produk-produk pariwisata RAEOA, misalnya bersepeda mengunjungi sawah dan spot-spot alam dan disediakan juga pemandu wisata.

Website dapat menjadi sumber informasi bagi setiap orang untuk mengakses tempat pariwisata. Hal ini sangat signifikan karena dapat memberikan kesempatan kerja bagi kaum muda di wilayah Oé-cusse.

Ia menambahkan anggaran yang disediakan sekitar $30 ribu untuk kelompok pariwisata inovasi yang terdiri dari kegiatan pengambilan gambar, produksi video dan pembuatan situs web.

Sementara itu Wakil Menteri MTKI, Inacia Texeira, menjelaskan pariwisata berbasis komunitas ini pihaknya berfokus pada peningkatan kapasitas untuk meningkatkan pola pikir masyarakat lokal dalam mengatur dan mengelola kegiatan bisnis pariwisata.

“Masyarakat setempat memperoleh pengetahuan melalui peningkatan kapasitas. Mereka akan mendapatkan manfaat langsung dan tidak langsung dari program ini. Sehingga berdampak pada peningkatan pengetahuan termasuk pendapatan, ” tambahnya.

Dikatakan, tahun ini MTKI akan memperluas pariwisata berbasis komunitas  di beberapa kotamadya yang yaitu, Liquica, Manufahi, Bobonaro, dan Atauro.

Selain itu, Ketua Umum RAEOA, Arsenio Bano mengatakan, perlu untuk mempromosikan potensi keaslian pariwisata produk lokal  Oé—cusse seperti alam yang indah, pantai, pegunungan, persawahan, dan produk sejarah dan budaya lainnya.

Dia  juga memperkenalkan fasilitas pariwisata berupa enam hotel dan 15 wisma, termasuk akomodasi, dan penyediaan makanan untuk wisatawan domestik dan internasional.

Menurutnya setiap tahun ada sekitar 500 wisatawan internasional dan 1.000 wisatawan domestik akan mengunjungi RAEOA.

Pariwisata berbasis komunitas merupakan suatu bentuk kepariwisataan yang mengedepankan kepemilikan dan peran serta aktif masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat lokal maupun pengunjung, mengedepankan perlindungan kepada budaya dan lingkungan, serta memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!