DILI, 23 maret 2022 (TATOLI)— Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG-Direção Nacional Meteorologia e Geofísica) dari Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi terus bekerjasama dengan berbagai mitra internasional untuk menerapkan peringatan dini demi mencegah dampak dari bencana alam di Timor-Leste (TL).
Kepala Departemen Meteorologi DNMG, Flaviana Fernandes mengatakan, sistem meteorologi di TL saat ini masih bergantung pada negara-negara di luar negeri. Karena, TL belum memiliki sistem peringatan dini yang memadai.
“Saat ini kita bekerjasama dengan MercyCorps, PBB dan yang lainnya untuk mendukung kita dalam peringatan dini khususnya untuk banjir,” jelas Flaviana dalam perayaan Hari Meterologi Sedunia di Caicoli, rabu ini.
Ia menjelaskan, sistem peringatan dini yang saat ini ada hanya berfokus pada kotamadya Dili karena menjadi area rawan dan memiliki tanah yang datar, tetapi DNMG ingin agar setiap kotamadya diterapkan sistem peringatan dini.
Dikatakan, DNMG mendapatkan bantuan dari Program Pembangunan PBB untuk menetapkan sistem peringatan dini di kotamadya Aileu dan Ainaro. Selain itu, Green Climate Fund juga memberikan dana sekitar $12,7 juta untuk mengembangkan sistem meteorologi di TL.
“Dengan setiap bantuan ini diharapkan pada tiga tahun lagi kita bisa terapkan sistem ini di semua daerah agar masyarakat kita mendapatan informasi dan peringatan akan terjadinya bencana alam,” ucapnya.
Dijelaskan, untuk menjamin informasi bagi semua masyarakat di semua wilayah, DNMG terus memberikan informasi dengan kerjasama antara Sekretariat Negara untuk Perlindungan Sipil di setiap kotamadya termasuk RAEOA. Selain itu, DNMG juga aktif membagikan peringatan akan adanya bencana alam melalui portal resmi DNMG.
Dalam rangka ini, katanya, DNMG juga mengelar seminar yang diberikan kepada para mahasiswa, media nasional, dan entitas terkait agar dapat memahami istilah meteorolgi dan bisa menjadi perantara untuk masyarakat.
“Kita mengundang mahasiswa, media dan sektor berkaitan lainnya untuk memberikan pengenalan mengenai istilah dalam meteorologi yang nantinya untuk diperantarai kepada masyarakat. Karena, kita lihat sebelumnya bencana alam terbesar yang terjadi pada 4 april 2021,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Umum Kementerian Transportasi dan Telekomunikasi, Gaspar de Araújo menghargai semua bantuan dari setiap mitra dan diharapkan agar kerjasama tersebut tetap terjalin karena TL membutuhkan lebih banyak peningkatan dalam sistem meteorologi.
“Kita sudah menjadi anggota meteorologi dunia dan hari ini kita mengingatkan kembali akan pentinya informasi meterologi kepada setiap orang. DNMG bekerjasama dengan kementerian terkait dan juga mitra seperti JICA, MercyCorps agar mereka memberikan dukungan dan kita juga sedang menetapkan rencana kita sendiri kedepannya,” ungkapnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




