iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, DILI, HEADLINE, LSM, SOSIAL INKLUSIF

Latih kelompok tenun Tais, Organisasi Internasional dukung Timor Aid dan AF

Latih kelompok tenun Tais, Organisasi Internasional dukung Timor Aid dan AF

Seorang ibu sedang menenun Tais. Foto Tatoli/António Gonçalves

DILI, 11 februari 2022 (TATOLI) – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan organisasi UN Women mendukung  Timor Aid dan Alola Foundation (AF) melatih kelompok tenun dalam memproduksi Tais Timor-Leste (TL).

“Kami bekerja sama dengan Timor Aid dan melakukan tindakan pelatihan tentang manajemen bisnis produk,” kata Manajer Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Alola Foundation,  José Ximenes kepada   Tatoli, di Timor Plaza,  jumat ini.

Expo Produksi Tais Timor-Leste. Foto Tatoli/Francisco Sony

Dia  menjelaskan  Yayasan Alola menginstruksikan para penenun perempuan untuk  meningkatkan teknik menenun mereka guna menjamin kualitas dan diversifikasi Tais untuk merespon pasar nasional dan internasional.

Berita terkait : Tais Timor resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang perlu dilindungi  

Dijelaskan,  USAID pada 2020  menyediakan  dana senilai $40 ribu. Selain itu juga menyediakan mesin jahit untuk lima kelompok yang  berinvestasi dan melakukan diversifikasi Tais di Kotamadya Dili.

Ia menambahkan,  diversifikasi yang dilakukan  antara lain memproduksi   tas dan anting-anting  untuk  dapat menjual lagi produk tersebut  di pasaran.

Dijelaskan, pada tahun ini, USAID bermaksud mengalokasikan $32.000 untuk kegiatan menenun Tais. Selain itu, juga akan mengadakan festival untuk mendemonstrasikan teknik menenun.

Berita terkait : USAID : TL harus promosikan Tais ditingkat nasional dan internasional

Bagaimanapun, katanya,  Alola telah bekerja sama dengan UN Women dengan tujuan menciptakan beberapa kelompok di kotamadya Bobonaro, Covalima, Lautem dan di Oecusse.

Expo Produksi Tais Timor-Leste. Foto Tatoli/Francisco Sony

Sementara itu, Direktur organisasi Timor Aid, Florentino Sarmento, mengatakan  pihaknya  mendapat dukungan dari beberapa donor dalam rangka mempromosikan kegiatan pelatihan untuk kelompok tenun.

Dikatakan, di antara daftar kegiatan yang dilakukan Timor Aid, diantaranya kegiatan penelitian, dokumentasi atau katalog, promosi kerajinan, khususnya untuk kain tradisional Timor, Tais.

Berita terkait : Pemerintah dan Mitra rayakan peresmian Tais sebagai Warisan dan Budaya Takbenda UNESCO

Dilain pihak, Direktur Program proyek “Tourism For All” USAID, Peter Simone, mengatakan  Tais merupakan bagian dari warisan budaya TL, jadi kegiatan menenun harus dikembangkan di seluruh wilayah.

“Terpelihara dan berkembangnya kegiatan menenun tidak hanya bergantung pada kontribusi Pemerintah atau suatu organisasi, tetapi pada semua pihak”, jelasnya.

Sementara itu pada 15 desember 2021, Komite Budaya Takbenda telah memasukkan testil “Tais” Timor-Leste (TL) dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO yang membutuhkan perlindungan mendesak.

Keputusan ini ditetapkan melalui konferensi sesi keenam belas Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang diadakan secara online tepatnya pada pukul tiga sore waktu Paris, Perancis dan pukul sebelas malam waktu Timor-Leste.

Reporter : Jesuina Xavier

Editor : Maria Auxiliadora (penerjemah : Armandina Moniz)

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!