BAUCAU, 21 Desember 2021 (TATOLI) – Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Timor-Leste, Tom Daley, selasa ini, menyerahkan empat ruang kelas untuk Sekolah Menengah Umum (SMA) No. 2 Kotamadya Baucau yang dibangun militer angkatan laut AS ‘Seabees Shipbuilding Force’.
Tom Daley mengatakan AS Seabees Shipbuilding Force, bekerja sama dengan enam orang Timor Leste (TL) dan lima orang Australia, menyelesaikan pembangunan empat ruang kelas dalam empat bulan. Proyek tersebut dimulai pada september dan berakhir pada desember 2021. Proyek rehabilitasi ini merupakan yang ke-103 yang dilakukan AS Seabees Shipbuilding Force sejak tahun 2009.
“Tidak ada indikasi yang lebih baik dari komitmen persahabatan kita yang tak terbatas untuk masa depan TL selain rehabilitasi sekolah ini”, katanya di Vila Nova, Baucau.
Dikatakan, militer Seabees mendedikasikan waktu mereka untuk membangun sekolah dengan standar yang aman dan sangat baik untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi TL.
Selain itu, katanya angkatan laut AS telah membangun dan merehabilitasi lebih dari seratus klinik dan sekolah di seluruh negeri, dengan tujuan memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat TL.
Dijelaskan, Seabees telah menyelesaikan proyek senilai US$50 juta selama periode sepuluh tahun, mulai dari 2009.
Rencananya, angkatan laut ini akan segera melaksanakan pembangunan dua ruang kelas dan toilet di pos administrative Maubara, Kotamadya Liquiçá, senilai US$288.000.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, António Guterres, menyoroti bahwa Pemerintah TL dan Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama di bidang pendidikan, termasuk keterlibatan Angkatan Laut Seabees yang telah melakukan pembangunan di tiga sekolah di Baucau.
“Kami berterima kasih atas bantuan rakyat Amerika. Saya berharap, setelah peresmian, kita memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya dengan baik”, tegasnya.
Sekolah Menengah Umum Baucau No. 02 dibagi menjadi dua shift sekolah yaitu pagi dan sore. Itu dilakukan karena sebelumnya hanya memiliki 20 ruang kelas dan menampung 1.003 siswa. Sekolah ini memiliki total 73 pekerja, termasuk karyawan, guru tetap dan kontrak.
Total dana yang digunakan untuk membangun sekolah tersebut sebesar $350.000.
Reporter: Natalino Belo
Editor : Evaristo Soares Martins (penerjemah : Armandina Moniz)




