DILI, 28 november 2021 (TATOLI)—Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, melalui Pusat Budaya Indonesia (PBI) Dili, sabtu ini menggelar pertunjukan budaya Indonesia dan pasar malam di Timor Plaza.
Kuasa Usaha Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, Alamsyah mengatakan kegiatan bernuansa seni dan budaya ini menampilkan kebudayaan Indonesia dengan melibatkan para pelajar Timor-Leste (TL) yang belajar seni dan budaya Indonesia di PBI.
“Melalui kegiatan ini kita berharap budaya Indonesia dapat diterima di TL, tentunya bersama-sama dengan budaya yang ada di TL sendiri,” kata Kuasa Usaha Interim KBRI Dili, Alamsyah kepada wartawan di Timor Plaza Dili, sabtu ini.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut ditampilkan tarian dari beberapa propinsi Indonesia, seperti Bali, Aceh, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan provinsi lain di Indonesia. Pertunjukan budaya Indonesia dan pasar malam ini dengan menghadirkan bintang tamu Mario G. Klau yang tidak asing lagi bagi Indonesia dan TL.
Mario G. Klau adalah salah satu artis asal NTT yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat TL.
“Kami berharap, semoga seluruh warga TL, dapat menikmati kegiatan ini dan generasi muda TL beserta keluarga tetap memelihara budaya TL. Jadi, ini merupakan sebuah koloborasi antara Indonesia dan TL,” jelasnya.
Selain itu, Menteri Pendidikan Pemuda dan Olahraga (MEJD), Armindo Maia mengucapkan terima kasih atas undangan pemerintah Indonesia melalui KBRI Dili untuk menghadiri pertunjukan budaya Indonesia dan pasar malam.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjalin dan mempererat hubungan kerjasama kedua negara dalam berbagai bidang, termasuk bidang kebudayaan.
“Kegiatan ini diselenggarakan KBRI Dili melalui PBI dengan dukungan dari BUMN Indonesia yang ada di TL. Tujuannya adalah untuk menjalin hubungan kedua negara, termasuk hubungan antara masyarakat kedua negara. Kita sebagai negara tetangga perlu menjalin dan mempererat hubungan yang baik,” kata Armindo.
Dikatakan, cukup banyak pelajar TL yang melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di tingkat pendidikan tinggi. Karena ini merupakan sebuah pilihan tersendiri yang harus diberikan kesempatan. Ia melanjutkan bahwa meskipun bahasa resmi di TL adalah Tetum dan Portugis, namun kebanyakan perguruan tinggi di TL memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bisa memilih bahasa sesuai dengan pengetahuannya.
Dalam kegiatan pertunjukan budaya Indonesia dan pasar malam tersebut, terdapat sejumlah booth pameran atau stand merupakan tempat yang digunakan untuk promosi makanan dan pakaian tradisional. Booth pameran ini juga diisi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) Indonesia yang ada di TL yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pertamina, Telkomcel, termasuk produk PT. Fiberboat Indonesia.
Acara pertunjukan budaya Indonesia dan pasar malam tersebut secara resmi dibuka Menteri Pendidikan, Pemuda dan Olahrga (MEJD), Armindo Maia. Acara tersebut dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, seperti Australia, Amerika China dan perwakilan Kedubes negara anggota ASEAN yang ada di TL.
Menteri Armindo Maia didampingi Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Dili, Alamsyah, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Achmad Tavip Syah serta perwakilan negara sahabat berkesempatan meninjau booth yang ada di pasar malam tersebut.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




