iklan

EKONOMI, AILEU, MANATUTO

Hari Lingkungan Nasional, lima desa menangkan penghargaan “Habali Ambiente”

Hari Lingkungan Nasional, lima desa menangkan penghargaan “Habali Ambiente”

Pemerintah Timor-Leste melalui Perdana Menteri, Taur Matan Ruak menyerahkan penghargaan pada juara pertama desa Vatuvou Maubara, kotamadya Liquiça yang memenangkan kompetisi “Habali Ambiente”. Penghargaan juga diberikan kepada empat desa lainnya. Pemberian penghargaan diberikan di Kantor Kementerian Keuangan, senin (25/10). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 25 oktober 2021 (TATOLI)—Pemerintah Timor-Leste (TL) melalui Sekretariat Negara urusan Lingkungan, senin ini memberi penghargaan pada lima desa yang berhasil mengikuti kompetisi “Habali Ambiente” untuk memperingati hari lingkungan nasional TL.

Kelima desa yang menerima penghargaan untuk kompetisi “Habali Ambiente” ini terdiri dari, juara pertama desa Vatuvou, post Administratif Maubara, kotamadya Liquiça,  juara kedua desa Soloi Malere, post Administratif Aileu Villa, kotamadya Aileu, juara ketiga  desa Cairui, post Administratif Laleia, kotamadya Manatuto.

Kedua desa yang lain seperti desa Lahomea, post Administratif Maliana di kotamadya Bobonaro dan desa Uma Tolu, post Administratif Lacluta di kotamadya Viqueque juga mendapatkan penghargaan “Habali Ambiente” untuk desa favorit. Disebutkan total dana untuk penghargaan ini sebesar $50.000.

Perdana Menteri, Taur Matan Ruak yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan selamat pada kelima desa yang telah menjadi pemenang penghargaan untuk mempertahankan lingkungan yang baik kepada masyarakat.

“Kompetisi ini untuk memberi penghargaan kepada mereka yang benar-benar ingin berjuang untuk lingkungan yang baik. Ini juga memberi contoh pada desa lain, agar bersama berjuang. Sekretaris negara untuk lingkungan juga bekerja keras untuk terwujudnya acara ini,” kata PM, Taur dalam sambutannya pada acara penyerahan penghargaan “Habali Ambiente” di kantor Kementerian Keuangan, Aitarak-laran, Dili, senin ini.

Sementara itu, Sekretaris Negara urusan Lingkungan, Demetrio de Amaral mengatakan hal yang paling penting dari penghargaan ini bukan dilihat dari  uang,  namun bagaimana pemerintah menghargai lingkungan sebagai salah satu pilar untuk pembangunan.

“Mereka akan didampingi selama satu tahun untuk mendapatkan pelatihan dan studi komparatif. Ini  adalah tantangan yang harus ditepati para pemenang  untuk menjadi rule model bagi desa yang lain. Ini bukan hanya  di TL, tetapi  di negara lain pun melakukannya,” jelas Demetrio.

Dijelaskan,  proses untuk menyeleksi pemenang sendiri dimulai dari, persiapan kandidat oleh otoritas kotamadya dan setelah itu tim panel akan lakukan evaluasi sesuai seperti melihat pada lingkungan bersih, ekonomi berkelanjutan, pemerintahan dan kepemimpinan lingkungan dan juga teknologi yang berinovasi.

Dilain pihak, Kepala Desa Cairui, Laleia, kotamadya Manatuto, Roberto Ximenes menyampaikan ucapan terima kasih pada SEA yang menghargai desa Cairui atas usahanya dalam melindungi lingkungan dan menjamin agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam mengurangi sampah di desa.

“Di desa kami partisipasi  masyarakat dari berbagai  kalangan, mulai dari anak-anak, remaja dan orangtua, bahkan mereka yang berhenti sekolah juga berperan dalam program ini,” kata Roberto.

Desa Cairui menjadi pemenang ketiga untuk penghargaan “Habali Ambiente” dengan mendapatkan dana sebesar $3,500 dan rencananya akan digunakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam lingkungan, menjamin ekonomi di kaum perempuan dan menjadikan Cairui sebagai desa hijau.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!