DILI, 21 oktober 2021 (TATOLI)– Ketua Delegasi Expo Dubai, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi (MKAE), Joaquim Amaral mengatakan pemerintah mengapresiasi usaha dari grup Sanggar Santo Antonio karena telah berusaha menampilkan pertunjukan dengan baik.
Joaquim menegaskan meskipun publik berkomentar mengenai penggunaan tikar selama pertunjukan di Expo Dubai 2020, namun pihaknya beranggapan bahwa tikar adalah sebuah instrumen dimana proses pembuatannya dilakukan di Timor-Leste (TL) dan dipakai untuk berbagai kegunaan.
Berita terkait : FONGTIL minta SEAK klarifikasi pertunjukan tarian tikar di Expo Dubai
“Tikar tidak hanya digunakan untuk istirahat, namun pada jaman dulu tikar digunakan untuk menginjak padi, menjemur makanan dan lainnya,” kata Joaquim dalam Konferensi Pers di Bandara Nicolau Lobato, Komoro, Dili, kamis ini.
Menurutnya, pemerintah harus tetap mengapresiasi usaha dari grup yang sudah menampilkan pertunjukan tarian tersebut. Diharapkan nantinya pada pertunjukan berikutnya bisa memberi kesempatan pada grup lain agar membawa tarian yang beragam di Expo Dubai.
“Kita mengapresiasi tampilan mereka dan karena Covid-19, mereka tidak bisa memobilisasi banyak hal dalam waktu yang singkat,” tutupnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




