DILI, 11 oktober 2021 (TATOLI)—Kapal Berlim Ramelau akan tiba di Timor Leste (TL) antara tanggal 11-15 November 2021 dari China. Sebelumnya, kapal tersebut ditargetkan tiba pada oktober 2021. Namun, karena adanya beberapa hambatan sehingga ditunda.
“Secara teknis kapal Berlim Ramelau sudah siap dan sudah dilakukan test laut. Tetapi, usaha yang dilakukan agar kapal tersebut dapat berlayar dari Cina ke TL, mengalami hambatan. Karena, warga negara asing dipersulit masuk ke negara China,” ta Kepala Umum Dewan Administrasi APORTIL I.P, Flavio Cardoso Neves kepada Tatoli di Kantornya, Pelabuhan Dili, senin ini.
Dia menjelaskan, APORTIL sudah mengirim seorang pegawai ke China untuk mendampangi kapal tersebut berlayar ke TL. Namun, dia tidak bisa masuk ke negara tersebut, karena persyaratannya dipersulit. Sehingga pegawai tersebut dipulangkan ke TL.
“Meskipun, saya sudah lakukan kontak dengan Duta Besar kita di China, namun dipersulit, karena adanya beberapa persyaratan yang diinstal melalui telepon genggam untuk mendeteksi Covid-19. Sehingga kita tidak bisa mengadaptasi situasi tersebut,” kata Flavio.
Menurut dia, hambatan lainnya mereka yang membawa kapal tersebut ke TL harus sesuai dengan kontrak, artinya hanya perusahaan yang mempunyai hak untuk membawa kapal tersebut ke TL, hingga tiba di tanah air baru melakukan pergantian.
“Namun sudah pasti antara tanggal 11-15 november 2021, kapal tersebut akan sampai di TL. Sebenarnya pada oktober ini, namun ada hambatan teknik maka ditunda kembali pada november. Kami berharap tidak akan ada lagi hambatan, sehingga dapat beroperasi kembali di akhir tahun 2021,”ujarnya.
Ditambahkan, APORTIL sudah mengutus satu pegawainya untuk pergi ke China untuk mendampingi kapal tersebut sampai di TL pada tanggal 14 november 2021.
Pemerintah TL yang diwakilkan Menteri Transportasi dan Komunikasi, José Agostinho da Silva, menandatangani surat kesepahaman (MoU) dengan pemerintah federal German, dan perusahaan galangan kapal ‘Damen’ pada tanggal 31 mei 2019, untuk melakukan konstruksi pada kapal Berlim Ramelau dan proyek tersebut Pemerintah German memberi kontribusi anggaran senilai $7.8 juta dan TL $7.1 juta.
Menurut perencanaan, kapal tersebut akan beroperasi pertama di tahun 2021, dengan tujuan Dili, Manatuto, Baucau, Lospalos dan Viqueque.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




