iklan

POLITIK, INTERNASIONAL, KESEHATAN

Kemenkes dan Maluk Timor resmikan IGD Puskesmas Comoro

Kemenkes dan Maluk Timor resmikan IGD Puskesmas Comoro

Menteri Kesehatan, Odete Maria da Silva Belo Viegas, Ketua Dewan Pers, Virgilio da Silva Guterres dan perwakilan Duta Besar Australia, Carli Shillito memotong pita peresmian ruang Instalasi Gawat Darurat (IDG) di Puskesmas Comoro, jumat (01/10). Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 01 oktober 2021 (TATOLI)– Menteri Kesehatan (Menkes), Odete Maria da Silva Belo Viegas bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maluk Timor meresmikan ruang Instalasi Gawat Darurat (IDG) di Puskesmas Comoro. Peresmian dilakukan  untuk memastikan keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan.

Menkes, Odete dalam sambutannya mengatakan, Timor-Leste  (TL) membutuhkan lebih banyak dukungan dari semua mitra pembangunan, terutama memberikan bantuan kesehatan dalam melawan Covid-19 serta mendukung sektor kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di ruang gawat darurat.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah Australia melalui DIFAT yang telah memberikan dukungan dana untuk rehabilitasi IGD Comoro. Kami menemukan kemajuan yang baik pada proyek rehabilitasi dan sekarang dilakukan  upacara peresmian,” kata Menkes Odete kepada  wartawan di Comoro, Dili, jumat ini.

Sementara itu, Counsellor for Human Development sekaligus mewakili Duta Besar Australia, Carli Shillito mengatakan, pihaknya berkomitmen   mendukung TL. Bantuan yang diberikan saat ini difokuskan pada   kesehatan dan memastikan semua orang dapat merasa aman dan tenteram dalam membutuhkan bantuan medis.

“Australia merasa terhormat dapat membantu TL di berbagai bidang. Khususnya, di bidang kesehatan dan dukungan diberikan melalui koordinasi dengan LSM Maluk Timor dan PHD dengan pendanaan oleh DIFAT sebesar $50.000 untuk proyek rehabilitasi ruang gawat darurat kesehatan,” kata  Carli Shillito.

Dilain pihak, Direktur Eksekutif LSM Maluk Timor, Natarajan Rajaraman, mengatakan dalam sambutannya bahwa CHC adalah fasilitas kesehatan utama di Comoro, dan menyediakan layanan vital ke wilayah barat Dili termasuk Tasi Tolu dan melayani populasi lebih dari 160.000.

“Proyek rehabilitasi ini disepakati, karena tempat ini untuk melayani masyarakat,” ungkapnya.

Maluk Timor adalah LSM Australia dan TL yang termotivasi untuk memajukan perawatan kesehatan primer di TL dengan rasa kekeluargaan dengan orang-orang Timor.

Proyek rehabilitasi dilaksanakan selama dua setengah bulan dan Puskesmas Comoro juga menerima beberapa peralatan kesehatan dari LSM Maluk Timor  terdiri dari, mesin tensi, meja, sarung tangan, masker dan buku rekam medis.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!