iklan

POLITIK, BAUCAU, KEAMANAN

PSIK dan Imigrasi lakukan identifikasi pada 198 pelintas batas ilegal    

PSIK dan Imigrasi lakukan identifikasi pada 198 pelintas batas ilegal     

Komandan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) Kotamadya Baucau, Superintendente Armando Monteiro. Foto TATOLI/Natalino Belo

BAUCAU, 13 setembru 2021 (TATOLI)– Komandan Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) Kotamadya Baucau, Superintendente Armando Monteiro, mengatakan 198 warga negara Timor-Leste yang dideportasi dari Indonesia, karena melintasi batas secara ilegal telah diidentifikasi.

Berita terkait : Masuk wilayah Indonesia ilegal, Polres Belu tangkap 113 WNTL

Identifikasi dilakukan Polisia Investigasi Kriminal (PSIK) dan pihak imigrasi di tempat isolasi  Gináziu, Baucau.

“Mulai kemarin pukul 17:00 hingga 23:00 malam, PSIK dan Imigrasi telah lakukan proses identifikasi pertama dan rencananya akan diselesaikan dalam dua hari. Sementara masa karantina untuk mereka telah memasuki hari ke-23, dan diantara 198, masih ada satu orang yang terkonfirmasi Covid-19,” kata Armando pada Tatoli, di Villa Nova, Baucau, senin ini.

Berita terkait : 164 WNTL dideportasi, tiga orang teridentifikasi Covid-19

Dari ke-198 orang, diantaranya lima perempaun. Sementara itu, mereka masing-masing berasal dari Ermera 78 orang, Dili  (28), Suai  (21), Baucau (dua), Viqueque (lima) no sisanya dari kotamadya lain. Mereka ditangkap Kepolisian Daerah Atambua, Indonesia, dan dideportasi ke Timor-Leste.

Armando menjelaskan, saat mereka tiba di Baucau, langsung dilakukan tes Swab tahap pertama. Hasil Swab menunjukkan 64 terkonfirmasi positif Covid-19 dan diisolasi terpisah. Sementara swab kedua menunjukkan 41 positif Covid-19. Sedangkan, swab terakhir hanya satu orang yang terindentifikasi Covid-19.

Berita terkait : Cegah pelintas ilegal, pemerintah perketat penjagaan perbatasan RI-TL

“Jika proses investigasi berakhir, PNTL Baucau akan membuat laporan akhir pada Pusat Integrasi Manajemen Krisis (SIJK) nasional untuk mendapatkan orientasi  sebelum menyerahkan mereka kepada pihak keluarga,” katanya.

Akan tetapi, dikatakan, mengenai proses kriminal akan dilaporkan pada pihak Kejaksaan, tetapi, pihaknya masih menunggu orientasi selanjutnya.

Reporter : Natalino Belo

Editor : Julia Chatarina (penerjemah : Armandina Moniz)

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!