DILI, 23 juli 2021 (TATOLI) – Kementerian Solidaritas Sosial dan Inklusif (Kemensos) merencanakan (kucurkan) program subsidi untuk generasi baru yaitu, ‘Bolsa da Mãe ba Jerasaun Foun‘ untuk mengurangi angka kemiskinan dan gizi buruk.
Demikian diutarakan, Direktur Umum Kemensos, Rui Exposto kepada wartawan usai pertemuan dengan para mitra di Hotel Timor, Dili, jumat ini.
Dia menjelaskan, pertemuan ini dilakukan untuk mendengar saran dan masukan dari para mitra tentang program yang akan dijalankan pada 2022.
Selain itu, katanya, program tersebut juga bertujuan membantu ibu hamil, disabilitas, balita dan anak-anak demi menjaga kesehatan nutrisi mereka.
“Implementasi program ‘Bolsa da Mãe ba Jerasaun Foun‘ akan diterapkan pada 2022 di tiga kotamadya yaitu, Bobonaro, Ainaro dan RAEOA (Rejiaun Adminsitrativa Espesial Oecusse Ambeno) selama tiga tahun . Karena, menurut data statistik 2015 tiga kotamdya tersebut memiliki angka tertinggi kurang gizi dan kemiskinan,” jelas Rui.
“Subsidi ini diberikan pada ibu hamil untuk membeli makanan bernutrisi bagi bayi dalam kandungan. Kita ingin menjamin masa depan anak-anak agar tidak mengalami gizi buruk,” tuturnya.
Sementara itu, Perwakilan PBB di Timor-Leste (TL), Roy Trivedy mengapresiasi rancangan program dari Kemensos untuk membantu mengurangi angka kemiskinan dan gizi buruk di TL. Karena itu, Roy minta agar program tersebut dilaksanakan di semua kotamadya.
“Kami dukung semua program pemerintah TL. Namun, kami tidak mneyetujui program hanya diterapkan3 kotamadya. Karena, berdasarkan hasil sensus penduduk 2015, banyak masyarakat yang masih mengalami kurang gizi, diperparah lagi dengan bencana alam dan Covid-19. Saya harap banyak keluarga perlu mengikuti program ini,” jelasnya.
Pertemuan tersebut dihadiri, para mitra internasional antara lain, Perwakilan UN, UNDP, World Bank, UNICEF, ILO, WFP, ADB, PHD, Catalpa International, Kedutaan Australia termasuk perwakilan dari Kementerian Keuangan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




