iklan

KESEHATAN

USAID dan Kemenkes luncurkan sistem pelayanan kesehatan berkelanjutan

USAID dan Kemenkes luncurkan sistem pelayanan kesehatan berkelanjutan

Foto google

DILI, 02 juli 2011 (TATOLI)- Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) luncurkan aktivitas system pelayanan kesehatan berkelanjutan untuk mengatasi pandemi Covid-19 dan tantangan kesehatan lainnya.

 “Sistem kesehatan yang kuat sangat penting saat negara mengatasi pandemi Covid-19 dan tantangan kesehatan lainnya,” kata Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Timor-Leste (TL), Kevin Biackstone dalam acara peluncuran Sistem pelayanan kesehatan berkelanjutan  di Dili, jumat ini.

Menurutnya, aktivitas Sistem pelayanan kesehatan berkelanjutan bertujuan untuk mendukung pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat  TL. Kegiatan tersebut merupakan sistem Kesehatan USAID yang baru dalam mendukung Kemenkes, Institut Kesehatan Nasional, dan lembaga lainnya.

Lebih lanjut Dubes menjelaskan, untuk mensukseskan system tersebut, USAID mengalokasikan dana sebesar  $15,6 juta yang berfokus pada  penggunaan data untuk membuat keputusan yang tepat dan meningkatkan pembiayaan kesehatan yang lebih baik. Misalnya, prioritaskan pendanaan pemerintah bagi perawatan kesehatan, memperluas peranan sektor swasta serta perusahaan asuransi untuk meningkatkan fasilitas program kesehatan.

Dubes mengungkapkan, Tim proyek ini membantu pejabat menyiapkan prosedur perekrutan dan melatih profesional kesehatan memenuhi syarat untuk bekerja di seluruh negeri.

Sementara itu, Direktur Misi USAID, Zema Semunegus, menyatakan bahwa pihaknya  sangat senang bermitra dengan pemerintah TL.

“Senang sekali bermitra dengan pemerintah dan rakyat TL. Sistem ini dirancang berbasis data yang ketat akan membantu memastikan kesehatan yang baik bagi generasi mendatang di TL,” jelasnya.

Dia memaparkan, kegiatan USAID menggunakan metode dan alat perubahan sosial perilaku untuk meningkatkan adopsi perilaku sehat.

Lebih lanjut ia mengatakan, system ini mempromosikan kesetaraan gender di semua bidang pekerjaannya. Kegiatan ini akan melatih organisasi masyarakat sipil dalam pendekatan perubahan perilaku serta pemantauan dan akuntabilitas untuk produk dan layanan kesehatan.

Dilain pihak, Menteri Kesehatan, Odete Maria Freitas Belo mengatakan, USAID sudah lama menjadi mitra Kemenkes.  Ia berharap dengan bantuan ini dapat membantu pemerintah untuk memajukan pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.

“Program USAID ini akan sangat membantu dan juga menjadi salah satu prioritas Kemenkes. Kita ingin program apapun tetap berlanjut,” ujarnya.

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor        : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!