iklan

EKONOMI, INTERNASIONAL, KESEHATAN

TLDPM 2022: CLN minta mitra dukung 70.000 ton beras atasi kurang gizi dalam negeri

TLDPM 2022: CLN minta mitra dukung 70.000 ton beras atasi kurang gizi dalam negeri

Beras yang ada di dalam Gudang CLN. Foto Dokumen TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 11 juni 2022 (TATOLI)—Direktur Eksekutif Pusat Logistik Nasional (CLN – portugis), Jacinto Paijo melalui presentasinya dalam pertemuan TLDPM (Timor-Leste Development Partners Meeting) 2022 meminta dukungan mitra pembangunan untuk menyediakan 70.000 ton beras demi mengatasi masalah kekurangan gizi dalam negeri.

“TLDPM perlu mendukung beras untuk CLN dengan kuantitas 70.000 ton dengan fortifikasi 10-15% dari Indonesia. Itu, untuk membantu melawan gizi buruk di Timor-Leste dan memastikan stok defisit,” ungakp Jacinto Paijo di pertemuan TLDPM 2022 di Kementerian Keuangan, jumat ini.

Jacinto Paijo menyebutkan saat ini CLN juga membutuhkan dukungan transportasi sebanyak 20 buah untuk melakukan mobilisasi dalam negeri dan juga dukungan untuk mendistribusikan beras sampai tingkat desa dan kampung.

Berita terkait : TLDPM 2022 : Horta minta kerjasama mitra dalam akses pendidikan dan kurangi gizi buruk

Selain itu dibutuhkan juga, kerjasama antara CLN dan Perum Bulog (Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik) dari Indonesia untuk mengimport beras khususnya beras surplus.

Ia menegaskan, hal ni diperlukan karena saat ini Timor-Leste tidak memiliki produksi pangan yang cukup untuk menjawab kebutuhan secara nasional.

“Stok yang ada tidak bisa menjawab jika terjadi bencan alam. Jadi saat ini CLN telah membeli beras 5.000 ton dari luar negeri dan sekarang sudah diamankan di Gudang CLN,” ungkapnya.

Menurut indikator Rencana Konsolidasi Gizi dan Ketahanan Pangan Nasional, 24% penduduk menderita gizi buruk, 36% rawan pangan, dan 48% anak-anak menderita stunting. Tentunya diharapkan pada 2030, nilai-nilai tersebut bisa diturunkan dari 25% menjadi 0%.

Meskipun begtiu, Direktur Eksekutif CLN menghargai semua bentuk dukungan dari para mitra yang selama ini terus mengalir demi menjaga keamanan pangan meskipun sampai sekarang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan yang ada.

Demi menjamin stok beras untuk keadaan darurat tahun ini, Pemerintah India memberikan dukungan 2.000 ton beras pada Seketariat Negara untuk Perlindungan Sipil. CLN pun berkoordinasi dengan negara Vietnam dan Indonesia untuk mendukung situasi darurat mengenai pangan.

“Jika ada situasi genting yang kita tak bayangkan, CLN bersama Vietnam dan kita membuat koordinasi dengan Indonesia, agar mendukung situasi genting guna menjamin pangan,” katanya.

Tidak hanya itu, sebelumnya JICA (Japan International Cooperation Agency) mendukung dana untuk merehabilitasi Gudang di Maliana dan Dili serta mendorong kelompok pertanian di Maliana, Bluto dan Baucau mentranformasi sitem pertanian tradisional jadi modern untuk meningkatkan penghasilan rumah tangga di TL.

Adapaun, WFP (Word Food Program) dalam kerjasama Pelatihan Manajemen Penyimpanan memfasilitasi Laptop dan Palet serta Seminar Internasional tentang fortifikasi pangan untuk melawan kurang gizi di TL. FAO (Food and Agriculture Organization) mendukung CLN ikuti seminar internasional di Bangkok, Thailand demi melawan kelaparan di dalam negeri.

Republik Rakyat China melalui Kedutaan Besarnya di TL memberikan dana sebesar $50 juta untuk melakukan konstruksi pada Pusat Pemrosesan dan Penyimpanan di kotamadya Baucau dan Ermera demi menjaga pangan di daerah tersebut.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!