DILI, 26 april 2022 (TATOLI) – Perwakilan Santa Sé (Tahkta Suci Vatikan), Monsinyur Marco Sprizzi mengapresiasi proses Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 19 april 2022 di Timor-Leste (TL) yang berlangsung aman dan damai.
“Kami sangat senang dengan Pilpres TL 2022 yang diwujudkan dengan cara yang sangat demokratis dan damai,” kata Monsinyur Marco Sprizzi di Nunsiatur Apostolik, Motael secara esklusif pada Tatoli.

Perwakilan Santa Sé (Tahkta Suci Vatikan), Monsinyur Marco Sprizzi. Foto Tatoli/Francisco Sony
Dia mengatakan Takhta Suci tidak pernah mendukung satu Calon Presiden (Capres) atau Capres lainnya. “Seperti yang dikatakan Uskup, kedua Capres beragama Katolik dan kami menyatakan penghargaan yang besar untuk keduanya,” kata Monsinyur Marco Sprizzi.
Berita terkait : Hasil Pilpres kotamadya termasuk RAEOA dan diaspora : Ramos Horta unggul dengan 46,58 persen
“Kami berharap ke depan dan bulan-bulan berikutnya kehidupan politik dan lembaga-lembaga publik di Timor-Leste terus berfungsi secara efisien untuk melayani rakyat,” katanya.
Dia menekankan bahwa Timor-Leste dan Takhta Suci telah memiliki hubungan diplomatik yang kuat, dan berkomitmen untuk menjaga hubungan dengan Timor-Leste, terutama dengan Presiden Republik yang baru terpilih, Jose Ramos Horta seperti halnya dengan Presiden Republik Francisco Guterres Lú Olo.
“Bulan depan, kita memperingati 20 tahun Hari restorasi Kemerdekaan Timor-Leste dengan menandai ulang tahun ke-20 hubungan diplomatic antara TL dan Vatikan. hubungan ini akan terus kami kembangkan dengan semangat yang sama, dan Tahta Suci selalu ada untuk mendukung pemerintah TL agar dapat berkembang lebih baik lagi,” paparnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




