DILI, 15 Juni 2026 (TATOLI) – Institut Geosains Timor-Leste (IGTL) memutuskan untuk mempertahankan kondisi alami situs fosil Lesululi di Desa Meligo, Daerah Administrasi Cailaco, Kotamadya Bobonaro, selama proses dokumentasi ilmiah yang sedang dilakukan oleh British Broadcasting Corporation (BBC) dari Britania Raya.
Ketua IGTL, Job Brites dos Santos, mengatakan lembaganya belum dapat membangun pagar atau tembok pelindung di kawasan tersebut karena masih berada dalam tahap pengambilan gambar untuk film dokumenter ilmiah mengenai penemuan fosil di Lesululi.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan antara IGTL dan BBC agar kondisi lokasi tetap alami dan tidak mengalami perubahan selama proses dokumentasi berlangsung.
“BBC telah melakukan pengambilan gambar pertama pada Mei 2025 dan akan kembali pada Juli tahun ini untuk menyelesaikan pengambilan gambar terakhir. Karena itu, kami sepakat untuk tidak membangun pagar terlebih dahulu agar lokasi tetap terlihat alami dalam dokumentasi tersebut,” kata Job Brites dos Santos kepada TATOLI, Senin ini.
Berita terkait : IGTL – UNESCO bahas upaya penetapan Gunung Lesululi sebagai Situs Warisan Geologi
Ia menjelaskan bahwa meskipun Presiden Republik, José Ramos-Horta, saat melakukan kunjungan ke lokasi tersebut meminta agar kawasan fosil segera dipagari guna menjamin perlindungannya, IGTL dan BBC menilai pembangunan struktur baru sebaiknya dilakukan setelah seluruh proses dokumentasi selesai.
Job mengatakan dokumenter tersebut merupakan hasil kerja sama antara IGTL, BBC, serta sejumlah mitra ilmiah dari Swedia dan Norwegia. Dokumenter itu direncanakan akan dipublikasikan oleh BBC pada 2027.
“Kami sedang berkolaborasi dengan BBC untuk mendokumentasikan penemuan fosil di Lesululi. Setelah seluruh proses selesai, baru kami akan melanjutkan pembangunan infrastruktur perlindungan di lokasi tersebut,” ujarnya.
Selain mendukung kegiatan penelitian dan dokumentasi ilmiah, IGTL juga terus melanjutkan upaya menjadikan kawasan Lesululi sebagai Geopark Global UNESCO.
Menurut Job, lembaganya saat ini bekerja sama dengan UNESCO serta sejumlah institusi dari Portugal dan Australia untuk menyiapkan dasar hukum yang diperlukan sebelum kawasan tersebut dapat ditetapkan sebagai area yang dilindungi.
“Kami sedang menyiapkan kerangka hukum yang nantinya akan diajukan kepada pemerintah untuk diproses melalui Dewan Menteri sehingga kawasan ini dapat memperoleh status perlindungan resmi,” katanya.
Berita terkait : Timor-Leste siapkan pengajuan Gunung Lesululi sebagai Geopark Global
Ia menambahkan bahwa penetapan Lesululi sebagai kawasan lindung memerlukan dekret hukum khusus yang akan menjadi dasar pengelolaan dan perlindungan situs fosil tersebut dalam jangka panjang.
Situs fosil Lesululi menjadi salah satu temuan geologi penting di Timor-Leste dan kini menarik perhatian komunitas ilmiah internasional. Selain memiliki nilai ilmiah yang tinggi, kawasan tersebut juga dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi geowisata yang dapat mendukung promosi warisan alam Timor-Leste di tingkat global.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




