DILI, 13 Agustus 2025 (TATOLI) – Institut Geosains Timor-Leste (IGTL) bersama Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah mengadakan diskusi untuk mendaftarkan Gunung Lesululi sebagai situs warisan geologi UNESCO Global Geopark.
Gunung ini terletak di wilayah administratif Cailaco, kotamadya Bobonaro, dan dikenal sebagai lokasi penemuan fosil Ichthyosaurus.
Ketua IGTL, Job Brites dos Santos, menjelaskan bahwa berdasarkan pertemuan antara IGTL dan kantor UNESCO di Dili, terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui untuk pengajuan status tersebut.
“Langkah pertama adalah menyampaikan pernyataan minat dari IGTL beserta informasi awal mengenai pendaftaran Timor-Leste sebagai calon UNESCO Global Geopark. Selanjutnya, kami harus menyerahkan berkas permohonan resmi yang memuat informasi penting tentang situs tersebut. Setelah itu, UNESCO akan melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan,” ujar Ketua IGTL pada Tatoli secara daring, rabu ini.
Saat ini, IGTL tengah menyusun proposal pengajuan. Dalam prosesnya, IGTL harus melaksanakan berbagai kegiatan pendukung, seperti menerbitkan artikel ilmiah di media internasional, melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah, serta menyiapkan infrastruktur dasar guna melindungi situs tersebut.
Terkait publikasi ilmiah, Job menambahkan bahwa IGTL telah menerbitkan satu artikel tentang penemuan fosil Ichthyosaurus berusia 200 juta tahun dari periode Trias, dan dalam waktu dekat akan merilis artikel kedua yang membahas upaya perlindungan situs.
Dalam rangka mendukung upaya pelestarian, IGTL telah mengalokasikan anggaran tahun depan untuk membangun pagar pengaman, pos jaga, serta penyediaan listrik dan air bersih di sekitar Gunung Lesululi, guna mencegah kerusakan dari aktivitas masyarakat.
Selain itu, pada awal tahun 2026 mendatang, BBC News dari Inggris, bersama mitra IGTL dari Swedia dan Norwegia, dijadwalkan melakukan penggalian arkeologi sekaligus memproduksi film dokumenter ilmiah yang akan ditayangkan di BBC pada tahun 2027.
Proyek ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk media lokal, UNESCO Dili, pemerintah daerah, dan otoritas pariwisata Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




