iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Arvind Mathur : Anak-anak Timor-Leste berhak atas perawatan kesehatan yang aman

Arvind Mathur : Anak-anak Timor-Leste berhak atas perawatan kesehatan yang aman

Seorang dokter sedang melakukan pemeriksaan kesehatan pada seorang anak di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares. Foto Dokumen Tatoli

DILI, 22 September 2025 (TATOLI) – Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Timor-Leste, Arvind Mathur, menegaskan bahwa setiap anak di Timor-Leste berhak atas perawatan kesehatan yang aman sejak awal kehidupannya.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia, yang diperingati setiap 17 September setiap tahunnya.

Menurut Arvind Mathur, secara global satu dari sepuluh pasien mengalami kerugian saat menerima layanan kesehatan, dan bagi bayi baru lahir maupun anak-anak risikonya lebih besar.

“Anak-anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil. Tubuh mereka merespons obat dan prosedur secara berbeda. Mereka membutuhkan fasilitas, peralatan, dan perhatian medis yang ramah anak,” jelas Perwakilan WHO dalam siaran pers resmi yang diakses TATOLI, Senin ini.

WHO mencatat, di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, hingga empat dari 100 pasien meninggal akibat perawatan yang tidak aman. Padahal, lebih dari separuh insiden tersebut dapat dicegah, sebagian besar terkait dengan kesalahan pengobatan.

Tema Hari Keselamatan Pasien Sedunia tahun ini, “Keselamatan Pasien Sejak Awal!”, menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap keselamatan anak harus dimulai sejak lahir hingga usia sembilan tahun, periode penting dalam pembentukan fondasi kesehatan dan masa depan mereka.

Ia juga menyerukan tanggung jawab bersama untuk melindungi keselamatan anak dan mengajak tenaga medis agar meningkatkan kepatuhan pada protokol keselamatan, orang tua menjadi bagian aktif dalam tim perawatan, serta para pemimpin untuk berinvestasi pada infrastruktur kesehatan ramah anak.

“Visi saya adalah agar setiap ibu di Timor-Leste dapat menyerahkan bayi yang sakit kepada tenaga kesehatan dengan penuh keyakinan bahwa mereka akan dirawat dengan aman,” tegasnya.

Hari Keselamatan Pasien Sedunia ditetapkan oleh World Health Assembly pada 2019 melalui resolusi WHA72.6 tentang aksi global untuk keselamatan pasien.

Peringatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, memperkuat keterlibatan masyarakat, dan mendorong aksi nyata dalam mencegah risiko yang dapat dihindari di sektor kesehatan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor      : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!