DILI, 14 Juli 2026 (TATOLI) – Pemerintah China akan menyiapkan dana khusus untuk mendukung pendidikan mahasiswa Timor-Leste sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan. Selain itu, China juga berencana memperluas bantuan sosial kepada masyarakat di berbagai kotamadya.
Hal tersebut disampaikan Duta Besar China untuk Timor-Leste, Wang Wenli, usai mengadakan pertemuan kerja dengan Presiden Republik, José Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan, Dili, Selasa ini.
Wang mengatakan pertemuan tersebut membahas situasi internasional dan regional, sekaligus meninjau perkembangan kerja sama antara kedua negara, terutama di sektor pendidikan.
“Kami membahas situasi internasional dan regional, serta kerja sama antara China dan Timor-Leste, khususnya di bidang pendidikan. Selain itu, kami juga membahas rencana pemberian bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang tinggal di berbagai kotamadya,” kata Wang kepada wartawan.
Menurutnya, China dan Timor-Leste saat ini sedang mempersiapkan pembentukan dana pendidikan yang bertujuan membantu mahasiswa Timor-Leste melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Pemerintah China juga akan menyediakan dana khusus melalui Kantor Presiden untuk mendukung mahasiswa Timor-Leste.
“Kami bersedia menyediakan dana khusus kepada Kantor Presiden untuk mendukung mahasiswa Timor-Leste,” ujarnya.
Wang menjelaskan bahwa kerja sama pendidikan antara kedua negara telah berjalan selama beberapa tahun melalui program Chinese Ambassador Scholarship. Program tersebut diluncurkan pada 2019 bagi mahasiswa Universitas Nasional Timor Lorosa’e (UNTL) dan sejak 2023 diperluas untuk mahasiswa Instituto Profissional de Canossa (IOB).
“Hingga saat ini, lebih dari 600 mahasiswa Timor-Leste telah memperoleh kesempatan melalui program tersebut. Tahun ini kami akan menyediakan tambahan 136 beasiswa lagi,” katanya.
Selain membahas pendidikan, Wang mengatakan kedua pihak juga mendiskusikan rencana penyaluran bantuan material bagi masyarakat yang tinggal di berbagai kotamadya.
Menurutnya, usulan tersebut telah lama dibahas bersama tim Presiden dan mendapat dukungan dari Presiden José Ramos-Horta.
“Kami juga berdiskusi dengan Presiden mengenai penyaluran bantuan material kepada masyarakat yang tinggal di berbagai kotamadya. Gagasan ini telah lama kami bahas bersama tim Presiden, dan Presiden Republik menyatakan dukungannya terhadap kerja sama tersebut,” jelasnya.
Wang menambahkan, pembentukan program Chinese Ambassador Scholarship di UNTL maupun IOB juga merupakan salah satu inisiatif yang sejak awal mendapat dukungan dari Presiden Ramos-Horta.
“Hari ini kami membahas bagaimana membantu mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan, baik di Dili maupun di luar negeri, serta bagaimana membantu keluarga-keluarga yang tinggal di berbagai kotamadya,” tutupnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




