iklan

EKONOMI, HEADLINE

Ramos – Horta : Proyek Tsuneishi bukan sekadar bangun kapal, tapi bangun bangsa  

Ramos – Horta : Proyek Tsuneishi bukan sekadar bangun kapal, tapi bangun bangsa   

Presiden Republik, José Ramos-Horta. Foto Tatoli/Egas Cristovão

DILI, 10 Juni 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa proyek galangan kapal Tsuneishi Shipbuilding di Kotamadya Manatuto bukan hanya tentang pembangunan industri perkapalan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya membangun masa depan bangsa melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia Timor-Leste.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos-Horta saat menghadiri Welcoming Ceremony for New Employees 2026 yang diselenggarakan Tsuneishi Timor Shipbuilding, Unipessoal, LDA. di Hotel Timor, Dili, Rabu ini.

Ramos-Horta mengaku telah lama memimpikan hadirnya industri galangan kapal di Timor-Leste. Ia mengungkapkan bahwa gagasan tersebut telah ia diskusikan sejak masa jabatan pertamanya sebagai Presiden Republik pada periode 2007–2012, ketika Timor-Leste masih harus mengeluarkan biaya besar untuk pemeliharaan kapal di luar negeri karena belum memiliki kapasitas teknis sendiri.

“Yang awalnya hanya sebuah visi untuk membangun fasilitas perawatan kapal kecil kini berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dan lebih ambisius daripada yang pernah saya bayangkan,” kata Ramos-Horta.

Menurut Presiden Republik, investasi Tsuneishi membuka peluang besar bagi Timor-Leste untuk membangun industri maritim modern yang mampu menciptakan lapangan kerja, mentransfer teknologi, melatih generasi muda, dan pada akhirnya memproduksi kapal untuk pasar domestik maupun internasional.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh terhadap proyek tersebut, termasuk melalui penyediaan lahan dan berbagai fasilitas yang diperlukan untuk mempercepat realisasi investasi.

“Sebagai Presiden, saya ingin memastikan kepada Tsuneishi bahwa Anda dapat mengandalkan dukungan penuh saya,” ujarnya.

Ramos-Horta bahkan berjanji akan mempromosikan proyek galangan kapal tersebut dalam berbagai kunjungan luar negeri yang dilakukannya, termasuk ke negara-negara Teluk, Afrika, Amerika Latin, dan kawasan lainnya.

“Kita tidak hanya harus membangun kapal, tetapi juga memasarkan kapal-kapal tersebut ke dunia internasional,” katanya.

Presiden Republik juga mengingatkan para karyawan muda Timor-Leste yang bergabung dengan Tsuneishi agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, bekerja keras, dan mengembangkan disiplin kerja.

“Hari ini menandai awal dari sebuah perjalanan yang menarik. Bekerjalah dengan keras, terus belajar, disiplin, dan jangan pernah berhenti percaya pada potensi diri kalian. Kalian tidak hanya membangun kapal. Kalian sedang membantu membangun masa depan Timor-Leste,” tegas Ramos-Horta.

Sementara, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, menilai proyek Tsuneishi memiliki potensi menjadi tonggak baru kerja sama Jepang dan Timor-Leste sekaligus mendorong industrialisasi dan pengembangan tenaga kerja terampil di negara ini.

Ia mengatakan perekrutan 19 lulusan baru oleh Tsuneishi Timor Shipbuilding merupakan langkah penting tidak hanya bagi para karyawan tersebut, tetapi juga bagi pembangunan ekonomi Timor-Leste secara keseluruhan.

“Ini bukan sekadar bergabung dengan sebuah perusahaan. Mereka menjadi bagian dari visi yang lebih besar untuk membangun keterampilan, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri, dan membuka peluang baru bagi negara ini,” ujar Yamamoto.

Ia mengaku terkesan melihat para insinyur dan desainer muda Timor-Leste yang telah bekerja di kantor Tsuneishi Timor Shipbuilding di Dili dengan penuh percaya diri serta semangat untuk mengembangkan keterampilan teknis mereka.

Menurut Yamamoto, proyek galangan kapal yang direncanakan di Manatuto memiliki kesesuaian dengan prioritas pembangunan nasional Timor-Leste karena menempatkan pengembangan manusia, inovasi, dan keterlibatan masyarakat sebagai fondasi utama investasi.

Jika terealisasi, proyek tersebut diyakini akan menciptakan lapangan kerja baru, menghasilkan tenaga kerja terampil, mendukung industri lokal, dan membuka peluang ekspor kapal buatan Timor-Leste ke pasar internasional.

“Dalam pengertian ini, proyek ini bukan hanya tentang pembangunan kapal, tetapi juga tentang pembangunan bangsa,” kata Yamamoto.

Ia juga menyoroti kontribusi Jepang dalam pengembangan sumber daya manusia di Timor-Leste. Sejak 2001, Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) telah mendukung Fakultas Teknik Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL). Kini, menurutnya, kerja sama tersebut mulai menunjukkan hasil nyata melalui penciptaan lapangan kerja dan pelatihan profesional bagi generasi muda Timor-Leste.

Yamamoto menambahkan bahwa proyek Tsuneishi di Manatuto berpotensi menjadi tonggak baru dalam hubungan persahabatan yang telah terjalin lebih dari 25 tahun antara Jepang dan Timor-Leste.

“Dedikasi, kerja keras, dan tekad para generasi muda yang bergabung hari ini tidak hanya akan membentuk masa depan mereka sendiri, tetapi juga masa depan Timor-Leste,” katanya.

Proyek Tsuneishi Shipbuilding di Laleia, Kotamadya Manatuto, saat ini menjadi salah satu investasi industri terbesar yang tengah dipersiapkan di Timor-Leste. Selain pembangunan galangan kapal, proyek tersebut juga mencakup pengembangan pelabuhan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai infrastruktur pendukung lainnya yang diharapkan dapat mendorong transformasi ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!