DILI, 10 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan bahwa Vietnam merupakan sahabat lama sekaligus mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan Timor-Leste. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam, Le Minh Hung, di Hanoi, Selasa (09/06).
Berdasarkan siaran pers yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa dalam pertemuan itu, Xanana menyampaikan penghargaan atas hubungan persahabatan yang telah terjalin erat antara kedua negara selama bertahun-tahun. Menurutnya, Timor-Leste dan Vietnam memiliki kesamaan pengalaman sejarah dalam memperjuangkan martabat bangsa, melakukan rekonstruksi pascakonflik, dan membangun institusi negara yang kuat demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kami merasa terhormat berada di Vietnam sebagai negara sahabat yang sangat kami hargai. Timor-Leste memandang Vietnam sebagai sahabat lama yang memiliki hubungan istimewa dengan kami. Kedua negara berbagi pengalaman sejarah penting dalam perjuangan untuk martabat nasional, rekonstruksi, dan komitmen membangun institusi yang kuat guna meningkatkan kehidupan masyarakat,” ujar PM Xanana.
Perdana Menteri menilai investasi Vietnam telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Timor-Leste, terutama melalui sektor telekomunikasi. Kehadiran perusahaan Telemor, katanya, telah membantu memperluas akses komunikasi dan konektivitas digital hingga menjangkau berbagai wilayah di negara tersebut.
PM Xanana mengatakan Timor-Leste ingin terus memperdalam kerja sama ekonomi dengan Vietnam melalui peningkatan investasi di berbagai sektor strategis, termasuk pertanian, perikanan, pariwisata, infrastruktur, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan peluang pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Timor-Leste.
Dalam bidang ketahanan pangan, Timor-Leste juga menyampaikan minat untuk mengeksplorasi pembaruan Perjanjian Perdagangan Beras yang telah berakhir sejak 2017. PM Xanana menekankan bahwa keamanan pangan masih menjadi prioritas nasional dan Vietnam memiliki pengalaman berharga sebagai salah satu eksportir beras terbesar di kawasan.
Pemerintah Timor-Leste juga menyambut baik usulan Vietnam untuk membentuk Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral yang diharapkan menjadi mekanisme penting dalam memperkuat koordinasi dan hubungan persahabatan kedua negara di masa mendatang.
Pada kesempatan tersebut, Xanana turut menyampaikan apresiasi kepada Vietnam atas dukungannya terhadap proses aksesi Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN.
“Kami ingin belajar dari pengalaman Vietnam, terutama dalam integrasi ekonomi, pembangunan kelembagaan, diplomasi regional, dan koordinasi ASEAN. Kami juga telah menyampaikan niat untuk memimpin ASEAN pada 2029 dan berharap mendapat dukungan serta arahan dari Vietnam,” katanya.
Selain membahas hubungan bilateral, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi global. Xanana menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, dialog, dan kerja sama sebagai sarana utama dalam mencegah konflik dan menjaga stabilitas kawasan.
Ia menilai Vietnam telah menunjukkan bahwa diplomasi dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun perdamaian dan stabilitas, baik di Asia Tenggara maupun di tingkat global.
Usai pertemuan bilateral, Timor-Leste dan Vietnam menandatangani empat perjanjian kerja sama untuk memperkuat hubungan kedua negara. Dua perjanjian berkaitan dengan pendidikan dan pendidikan tinggi yang mencakup kerja sama antarlembaga akademik dan penelitian, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan program pelatihan dan riset, serta promosi peluang beasiswa.
Dua perjanjian lainnya mencakup pembebasan visa bagi pemegang paspor biasa serta kerja sama antara Kantor Berita Timor-Leste atau Agência Noticiosa Timor-Leste-TATOLI, I.P. dan Viet Nam News Agency (VNA).
Pertemuan bilateral tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota Pemerintah Timor-Leste dan delegasi resmi yang terdiri atas para Wakil Perdana Menteri, menteri, wakil menteri, sekretaris negara, Duta Besar Timor-Leste untuk Vietnam, serta perwakilan berbagai institusi negara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




