DILI, 29 April 2026 (TATOLI) – Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC) Republik Demokratik Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, bertemu Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slovakia, Juraj Blanár. Dalam pertemuan keduanya bertukar pandangan tentang perluasan dan pendalaman kerja sama di sektor-sektor strategis.
Pertemuan antara Menteri Bendito dan Menteri Juraj Blanár dilakukan disela-sela Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-UE ke-25 di Bandar Seri Begawan, Bruneia Darussalam, pada Senin (27/04) waktu setempat.
Dalam Laman MNEC yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa, dalam pertemuan itu Menteri Bendito menyampaikan apresiasinya atas kesempatan bertemu dengan Menteri Juraj Blanár dan bertukar pandangan tentang penguatan dan pendalaman kerja sama bilateral antara kedua negara.
Dimana, di pertemuan itu Kedua Menteri bertukar pandangan tentang perluasan dan pendalaman kerja sama di sektor-sektor strategis utama, termasuk pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi industri otomotif, keamanan siber, serta perdagangan dan investasi. Diskusi tersebut juga menekankan pentingnya membangun mekanisme dialog politik bilateral yang terstruktur untuk lebih memajukan kerja sama dan mengidentifikasi area kemitraan yang konkret.
Menteri Bendito menekankan bahwa Timor-Leste berbagi dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang mendasari Uni Eropa, termasuk nilai-nilai Slovakia, dan menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk memajukan kemitraan yang kuat dan berprinsip dengan Eropa.
Sementara itu, Menteri Juraj Blanár mengucapkan selamat kepada Timor-Leste atas aksesi negara tersebut ke ASEAN sebagai negara anggota ke-11 dan memuji sejarah ketahanan, keberanian, dan otoritas moral negara yang luar biasa. Ia mengingatkan bahwa 35 tentara Slovakia, termasuk personel medis, bertugas di Timor-Leste selama perjuangan kemerdekaannya, yang mencerminkan semangat solidaritas, saling menghormati, dan nilai-nilai bersama yang telah lama terjalin antara kedua negara dan rakyatnya.
Kedua belah pihak juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperkuat hubungan bilateral, mempromosikan pertukaran tingkat tinggi, dan mendorong kunjungan di masa mendatang antara Kepala Negara dan Pemerintahan kedua negara, dengan tujuan bersama untuk menerjemahkan hubungan diplomatik menjadi manfaat nyata bagi rakyat mereka.
TATOLI




