DILI, 23 April 2026 (TATOLI) – Uskup Agung Metropolitan Dili, Kardinal Virgílio do Carmo da Silva, SDB, mengajak seluruh umat Katolik di Timor-Leste untuk ambil bagian dalam perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus dari Assisi sebagai momentum memperdalam iman dan memperkuat persatuan Gereja.
Ajakan tersebut disampaikan dalam Misa Pembukaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus dari Assisi yang digelar di Katedral Dili, Rabu sore (22/04).
Perayaan diawali dengan penyambutan Kardinal Virgílio oleh komunitas Fransiskan melalui tarian tradisional tebedai dan babadok, dilanjutkan dengan peluncuran logo Yubileum serta pemberkatan patung Santo Fransiskus sebelum misa dimulai.
Dalam sambutannya, Kardinal Virgílio menegaskan bahwa perayaan Yubileum merupakan kesempatan rahmat bagi seluruh umat beriman.

Berita terkait : 22 April, Timor – Leste memulai pembukaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus
“Tahun ini kita bersukacita karena kembali memperoleh kesempatan membuka pintu rahmat Tuhan bagi negeri kita. Ini menjadi tanda persatuan bagi seluruh Gereja dan umat beriman,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran katekese dalam memperkuat iman, khususnya bagi kaum muda, serta mendorong sekolah-sekolah Katolik untuk memperkenalkan nilai-nilai spiritualitas Fransiskan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua FRATILES (Keluarga Fransiskan Timor-Leste), Freia Mateus Soares Gomes, OFMCap, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Yubileum telah dimulai dengan misa pembukaan dan akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan rohani, termasuk ziarah untuk memperoleh indulgensi penuh.
Ia menyebutkan bahwa umat dapat melakukan ziarah ke sejumlah lokasi yang telah ditentukan di berbagai keuskupan, seperti Paroki Nossa Senhora do Rosário Laleia (Manatuto) untuk Keuskupan Baucau.
Sementara itu, di Keuskupan Dili terdapat Paroki São Francisco de Assis di Fatuberliu (Manufahi), Paroki São João Paulo II di Pasabe (Oe-Cusse), serta Biara Santo António Fomento II (Dili).
Untuk wilayah Keuskupan Maliana, umat dapat melakukan ziarah ke Mosteiro Irmãs Clarissas di Tunubibi (Bobonaro), Biara São Francisco de Assis di Tibar (Liquiçá), serta biara lainnya yang dikelola oleh para Suster Fransiskan.

“Para peziarah akan mengikuti rangkaian doa, pengakuan dosa, dan perayaan iman lainnya agar dapat memperoleh indulgensi,” jelasnya.
Berita terkait : Paus Leo XIV tetapkan tahun khusus Santo Fransiskus hingga 2027
Freia Mateus menegaskan bahwa Tahun Yubileum ini tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga Fransiskan, tetapi bagi seluruh umat Katolik. Ia secara khusus mengajak kaum muda untuk menjadikan momentum ini sebagai tahun rahmat.
“Daripada terlibat dalam konflik atau hal-hal yang tidak bermanfaat, lebih baik kita menggunakan waktu ini untuk berziarah dan memperdalam relasi dengan Tuhan demi kedamaian dunia,” katanya.
Perayaan ini merupakan bagian dari Tahun Khusus Santo Fransiskus yang ditetapkan oleh Paus Leo XIV pada 10 Januari 2026 dalam rangka memperingati 800 tahun wafatnya Santo Fransiskus dari Assisi.

Vatikan menetapkan periode 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027 sebagai masa rahmat, di mana umat beriman dapat memperoleh indulgensi penuh dengan memenuhi syarat Gereja, termasuk menerima Sakramen Tobat, Komuni Kudus, serta mendoakan intensi Paus.
Melalui Tahun Yubileum ini, umat Katolik diharapkan meneladani kehidupan Santo Fransiskus sebagai pembawa damai, tidak hanya bagi sesama manusia tetapi juga bagi seluruh ciptaan, di tengah dunia yang masih diwarnai konflik dan ketidakpastian.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




