DILI, 18 April 2026 (TATOLI)– Harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Timor-Leste masih berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah, namun penjualan eceran di sejumlah daerah menunjukkan kenaikan signifikan.
Berdasarkan laporan Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) untuk periode 15–17 April 2026, harga bensin di SPBU berkisar antara US$1,25 hingga US$1,50 per liter, sementara solar berada di kisaran US$1,30 hingga US$1,65 per liter. Sementara di kotamadya, harga bensin dan solar termurah ditemukan di Queybubun Laco Combustiveis kotamadya Bobonaro.
Data yang tercantum pada laporan ANP tersebut menunjukkan sebagian besar SPBU di berbagai kotamadya masih menjual BBM sesuai dengan batas maksimum harga yang ditetapkan pemerintah, yakni tidak melebihi US$1,50 per liter untuk bensin dan US$1,65 per liter untuk solar.
Namun, observasi TATOLI di sejumlah wilayah (kotamadya) menunjukkan adanya perbedaan harga yang mencolok pada penjualan BBM secara eceran di pinggir jalan.
Di Kotamadya Lautém, bensin eceran dijual mencapai US$2,00 per liter. Sementara di Viqueque, bensin dijual US$6,50 per jerigen (5 liter) dan solar mencapai US$7,50 per jerigen (5 liter).
Di wilayah Oe-cusse, bensin eceran umumnya dijual dalam botol ukuran 1,5 liter seharga sekitar US$2,00. Adapun di tingkat daerah administrasi seperti Atsabe, Kotamadya Ermera, harga bensin dalam kemasan yang sama berkisar antara US$3,00 hingga US$3,50.
Kondisi ini menunjukkan adanya disparitas harga antara SPBU resmi dan penjualan eceran, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pengisian bahan bakar.
Sementara itu, Pemerintah Timor-Leste melalui Dewan Menteri pada Rabu (01/04) telah menyetujui alokasi anggaran sebesar US$168,8 juta untuk pembelian 80 juta liter BBM guna memperkuat cadangan nasional hingga akhir tahun.
Kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi global, sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik internasional.
Selain itu, pemerintah juga menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi harus tetap berada dalam batas maksimum yang telah ditetapkan guna memastikan keterjangkauan energi bagi masyarakat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




