DILI, 15 April 2026 (TATOLI) – Dewan Menteri menyetujui rancangan Resolusi Pemerintah yang diajukan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Urusan Ekonomi, Francisco Kalbuadi Lay, yang menetapkan pembentukan Tim Negosiasi untuk proses aksesi Timor-Leste ke Government Procurement Agreement (GPA) di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Resolusi tersebut bertujuan memastikan adanya respons yang terkoordinasi dan siap secara teknis dalam rangka pemenuhan komitmen Timor-Leste sebagai bagian dari proses aksesi ke WTO, khususnya dalam pembahasan akses terhadap GPA.
Tim Negosiasi ini dipimpin oleh Kalbuadi Lay selaku Kepala Negosiator, atau perwakilan yang ditunjuk olehnya yang memiliki pengalaman teknis di bidang pengadaan publik dan perdagangan internasional. Struktur ini juga melibatkan perwakilan lintas kementerian dan lembaga negara guna memastikan koordinasi yang terpadu dalam seluruh proses negosiasi.
Tim yang dibentuk ini bertugas menyusun strategi negosiasi, mengkaji dampak hukum dan kelembagaan nasional, menyiapkan penawaran akses pasar, serta memastikan koordinasi dengan sektor publik, swasta, dan para mitra terkait lainnya.
Sebagai bagian dari WTO, Government Procurement Agreement merupakan perjanjian plurilateral, yang berarti tidak seluruh anggota WTO menjadi pihak dalam perjanjian tersebut.
Dalam laman resmi WTO disebutkan saat ini, GPA memiliki 22 pihak yang mencakup 49 anggota WTO. Sejumlah anggota dan pengamat WTO juga berpartisipasi sebagai pengamat dalam Komite Pengadaan Pemerintah, sementara beberapa negara anggota lainnya telah memulai proses negosiasi aksesi.
Tujuan utama GPA adalah membuka secara timbal balik pasar pengadaan pemerintah di antara para pihaknya. Hasil dari beberapa putaran negosiasi menunjukkan bahwa negara-negara pihak GPA telah membuka akses pengadaan yang nilainya diperkirakan mencapai lebih dari US$ 1,7 triliun setiap tahun untuk kompetisi internasional, termasuk penyedia barang, jasa, dan konstruksi dari negara-negara anggota GPA.
GPA sendiri terdiri dari dua komponen utama, yakni teks perjanjian dan daftar komitmen akses pasar dari masing-masing pihak, yang menjadi dasar pengaturan keterbukaan dan persaingan dalam pengadaan publik di tingkat internasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




