iklan

INTERNASIONAL

Oe-Cusse peringati 23 tahun gugurnya lima Prajurit Korsel dalam Misi PBB

Oe-Cusse peringati 23 tahun gugurnya lima Prajurit Korsel dalam Misi PBB

Kedutaan Besar Korea Selatan di Timor-Leste memperingati hari wafatnya lima prajurit Korea Selatan yang meninggal di Sungai Noel-Ekat pada tanggal 06 Maret 2003 saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Timor-Leste. Foto Tatoli/ Abílio Elo Nini

OE-CUSSE, 09 Maret 2026 (TATOLI) – Duta Besar Korea Selatan untuk Timor-Leste, Chang Hayeon, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (MESSK), José Honório da Costa Pereira Jerónimo, beserta Ketua Otoritas Daerah Administratif Khusus Oe-Cusse Ambeno (RAEOA), Régio da Cruz Salu, memperingati hari wafatnya lima prajurit Korea Selatan yang meninggal di Sungai Noel-Ekat pada tanggal 06 Maret 2003 saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Timor-Leste.

Peringatan tersebut dilakukan dengan menyalakan lilin dan meletakkan bunga di Monumen Taman Korea di Oébau, Sub-wilayah Pante Makasar, Daerah Administratif Khusus Oe-Cusse Ambeno (RAEOA).

Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (MESSK), José Honório da Costa Pereira Jerónimo, menegaskan bahwa sebagaimana diakui oleh masyarakat Timor, penting untuk memberikan penghormatan atas pengorbanan para martir pada masa-masa sulit di masa lalu.

“Karena kontribusi mereka terhadap kemerdekaan kita sangat penting, maka kita sebagai warga Timor-Leste harus bersyukur dan bangga serta memberikan penghormatan kepada mereka. Mereka adalah bagian dari Timor-Leste ketika menjalankan misi di negara kita. Saat ini kita belum memiliki pasukan yang menjalankan misi perdamaian di negara lain, tetapi mungkin ke depannya akan ada ketika kita ditugaskan di luar negeri dan menghadapi penderitaan seperti yang mereka alami,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Duta Besar Korea Selatan untuk Timor-Leste, Chang Hayeon, mewakili Pemerintah Korea Selatan menyampaikan solidaritas kepada keluarga para prajurit yang gugur karena misi mereka untuk melindungi perdamaian bagi rakyat Timor-Leste.

“Para prajurit kami datang ke Timor-Leste dengan satu-satunya tujuan untuk melindungi perdamaian di negara ini, khususnya di wilayah Oe-Cusse. Kegiatan penjaga perdamaian mereka berhasil membangun hubungan baik dan kepercayaan yang mendalam dengan masyarakat setempat. Dari upaya tersebut hingga saat ini, kerja sama antara Timor-Leste dan Korea Selatan semakin kuat,” katanya.


Monumen untuk lima warga Korea Selatan yang gugur di Sungai Noel-Ekat, Oecusse pada tanggal 06 Maret 2003. Foto TATOLI/Abilio Elo Nini

Ia menambahkan bahwa pengorbanan para prajurit tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan rakyat Korea Selatan dan rakyat Timor-Leste.

“Hari ini kita berada di sini untuk menghormati mereka dan berjanji bahwa kita tidak akan pernah melupakan pengorbanan mereka bagi negara ini. Saya juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga mereka di Korea Selatan,” ujarnya.

Dilain pihak, Ketua Otoritas RAEOA, Régio da Cruz Salu, sebagai warga Oe-Cusse, juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Korea Selatan dan Timor-Leste yang terus memberikan perhatian terhadap penghormatan bagi para martir.

“Kami menghormati para martir yang telah mengorbankan nyawa mereka demi kemerdekaan negara kita. Kerja sama antara kita dan sahabat-sahabat dari Korea sangat penting untuk terus memperkuat hubungan serta memberikan penghormatan kepada pasukan Korea yang telah berbagi penderitaan dan pengorbanan dalam membangun negara dan bangsa kita,” katanya.

Sementara itu, lima tentara Korea Selatan yang gugur pada tanggal 06 Maret 2003 di Sungai Noel-Ekat adalah Byungjo Min, Jin Kyu Park, Jong Hoon Baek, Jeong Joong Kim, dan Hee Choi.

Reporter : Abílio Elo Nini

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!