iklan

HEADLINE, PENDIDIKAN

PM Xanana dorong generasi muda terlatih dalam bidang Geosains – Teknik – Energi

PM Xanana dorong generasi muda terlatih dalam bidang Geosains – Teknik – Energi

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 05 Februari 2026 (TATOLI) — Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, menekankan pentingnya pendidikan ilmiah dan pelatihan profesional dalam bidang geosains, teknik, lingkungan, dan energi untuk generasi muda Timor-Leste.

Pernyataan ini disampaikan pada pembukaan Konferensi Internasional Geosains 2026, yang digelar di Gedung Serbaguna GMN TV, Kamis ini dengan menghadirkan para ahli, peneliti, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara.

Dalam pidatonya, PM Gusmão mengingatkan bahwa meski Timor-Leste adalah negara muda, rakyatnya memiliki sejarah panjang yang membentuk keterikatan mendalam dengan tanah dan laut.

“Tanah dan laut merupakan bagian dari bagaimana komunitas kita memahami posisi mereka di dunia, tanggung jawab terhadap sesama, serta hubungan mereka dengan para leluhur,” ujar PM Xanana.

Berita terkait : Timor – Leste gelar Konferensi Geosains Internasional

Ia menekankan bahwa kedaulatan negara tidak hanya diwariskan melalui sejarah, tetapi harus dijaga melalui pengetahuan ilmiah dan mencontohkan proyek Greater Sunrise, yang manfaatnya mencakup penciptaan lapangan kerja, pendapatan jangka panjang, dan pembangunan basis industri di pesisir selatan Timor-Leste.

“Posisi Pemerintah jelas, gas alam dari Greater Sunrise harus diproses di darat, di Timor-Leste. Hal ini sangat penting bagi pembangunan nasional,” tegasnya.

Perdana Menteri juga menyoroti peran strategis Institut Geosains Timor-Leste (IGTL) dalam mengembangkan penelitian geologi dan pengetahuan ilmiah untuk pelayanan negara dan rakyat.

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão dalam acara pembukaan Konferensi Internasional Geosains 2026, yang digelar di Gedung Serbaguna GMN TV, Kamis (05/02). Foto Tatoli/Francisco Sony

“Tanpa pengetahuan ini, tidak akan ada kedaulatan sejati atas sumber daya alam kita. Konferensi ini mempertemukan institusi dari dunia berbahasa Portugis, kawasan Asia-Pasifik, dan wilayah lainnya, dalam dialog terbuka tentang peran geosains dalam pembangunan negara, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

PM Xanana menekankan bahwa ilmu pengetahuan harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan keputusan yang meningkatkan kehidupan masyarakat, melindungi komunitas, dan menciptakan lapangan kerja.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam ilmu pengetahuan. Kami ingin generasi muda Timor-Leste terlatih dalam geosains, teknik, lingkungan, dan energi. Kami juga ingin institusi publik profesional yang mampu merencanakan, mengatur, serta mengambil keputusan berbasis pengetahuan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan inklusif dan berkelanjutan Timor-Leste harus berlandaskan pengetahuan, diperkuat kerja sama internasional, dan fokus pada prioritas nasional jangka panjang.

Konferensi ini, menurutnya, menjadi kesempatan penting untuk refleksi, pertukaran informasi, dan penguatan kemitraan yang bertahan lama.

“Pilihan yang kita buat mengenai tanah dan laut kita akan membentuk negara yang akan kita bangun. Saya yakin konferensi ini akan membantu memberi informasi bagi pilihan-pilihan tersebut dan berkontribusi pada masa depan bangsa kita selama dua puluh empat tahun ke depan dan seterusnya,” pungkasnya.

Konferensi Internasional Geosains ke – VI Tahun 2026 digelar Timor-Leste melalui Institut Geosains Timor-Leste (IGTL). Konferensi tersebut digelar selama dua hari  pada 05 – 06 Februari dengan tema “Geoscience for National Building: Data, Resources and Resilience for Timor-Leste’s Future”.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!