KUALA LUMPUR, 06 November 2025 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn menegaskan, kemungkinan Timor-Leste (TL) akan memimpin atau menjadi tuan rumah Keketuaan ASEAN pada tahun 2029, dan masih dalam pembahasan di antara negara anggota, tetapi TL memiliki opsi untuk menunda Keketuaannya.
Kao Kim Hourn mengatakan Timor-Leste memiliki pilihan untuk menunda Keketuaannya untuk menjadi tuan rumah ASEAN, seperti yang telah dilakukan negara anggota lain sebelumnya.
“Tentu saja, Timor-Leste memiliki pilihan untuk melewatkan satu putaran, misalnya putaran ini, yang juga telah dilakukan oleh negara-negara anggota lainnya,” kata Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn dalam sambutannya di Forum Media ASEAN 2025 yang diadakan di Double Tree by Hilton, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis ini.
Berdasarkan Pasal 31 Piagam ASEAN, Presidensial ASEAN dirotasi setiap tahun berdasarkan urutan abjad nama negara anggota dalam bahasa Inggris. Dengan diterimanya Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN pada 26 Oktober 2025, negara tersebut juga masuk dalam rotasi yang ada.
Namun, kesiapan administratif dan kapasitas nasional akan menjadi faktor penting dalam menentukan kapan Timor-Leste benar-benar akan memegang jabatan Presidensial ASEAN.
“Siap atau tidak, saya pikir itu pertanyaan yang perlu dijawab bersama,” kata Kao Kim.
Pada Forum Media ASEAN 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia itu, Sekjen Kao Kim menjelaskan bahwa bertindak sebagai Presidensial ASEAN bukanlah tugas yang mudah, karena memerlukan persiapan yang komprehensif dalam hal fasilitas, keamanan, sumber daya, dan kapasitas nasional.
“Setiap Presidensial ASEAN rata-rata mengadakan 500 pertemuan dalam satu tahun kepresidenannya, mulai dari kelompok kerja hingga pertemuan puncak. Fasilitas, keamanan, sumber daya, dan kapasitas, semuanya akan dibutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa diskusi mengenai kesiapan Timor-Leste akan dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.
“Saya tidak ingin melangkah terlalu jauh, tetapi yang bisa saya katakan adalah hal tersebut seharusnya ditujukan kepada Timor-Leste, bukan kepada saya,” katanya.
Tahun 2025 ini, Malaysia yang memegang Presidensial ASEAN, diikuti pada tahun 2026 oleh Filipina dan Singapura pada tahun 2027. Berdasarkan urutan abjad dan rotasi yang ada, Timor-Leste berpotensi mengambil gilirannya pada tahun 2029, tergantung pada keputusan bersama negara-negara anggota dan kesiapan nasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




