DILI, 21 Oktober 2025 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste hari ini menggelar Konsultasi Publik Rencana Aksi Ekonomi Biru 2025–2030 yang bertujuan melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan pembangunan maritim berkelanjutan.
Acara ini dipimpin oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão di auditorium Kementerian Keuangan, Dili, dan dihadiri oleh perwakilan seluruh kotamadya, pimpinan otoritas desa, pejabat kementerian, serta mitra pembangunan.
Dalam sambutannya, Perdana Menteri Xanana Gusmão menekankan pentingnya ekonomi biru sebagai visi baru pembangunan nasional yang berfokus pada keberlanjutan dan inklusi sosial.
“Ekonomi biru adalah masa depan Timor-Leste. Pemanfaatan sumber daya kelautan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan generasi mendatang, tanpa mengorbankan lingkungan,” tegas PM Xanana, Selasa ini.
Sementara, Direktur Eksekutif Kantor Perbatasan Darat dan Laut (GFTM), Elizabeth Exposto, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan langkah krusial untuk memastikan kebijakan dikembangkan secara partisipatif.
“Masyarakat lokal, khususnya yang bergantung pada laut, harus memiliki suara dalam menentukan prioritas aksi ekonomi biru,” ujar Elizabeth.
Selama sesi konsultasi, tim GFTM memaparkan tujuh poros strategis Rencana Aksi Ekonomi Biru, meliputi tata kelola terpadu dan partisipasi masyarakat, perikanan berkelanjutan, pariwisata maritim, infrastruktur transportasi laut, penelitian ilmiah kelautan, pendidikan dan kesadaran lingkungan, serta kerja sama internasional.
Kebijakan ini disusun berdasarkan tiga pilar fundamental yaitu, sosial, ekonomi, dan lingkungan, dengan tujuan utama menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, dan melindungi ekosistem laut.
Setelah konsultasi publik hari ini, Pemerintah berencana mengadakan sesi diseminasi regional di kota-kota pesisir pada paruh pertama 2026, sebelum dokumen rencana aksi mendapatkan persetujuan akhir dari Dewan Menteri.
Sementara itu, Kementerian Pertanian, Perikanan, dan Lingkungan Hidup, bekerja sama dengan Kantor Perdana Menteri, akan bertanggung jawab melaksanakan rencana tersebut, yang diharapkan mampu menjadikan sektor maritim sebagai motor pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Menurut data GFTM, Timor-Leste berada di Segitiga Terumbu Karang, kawasan laut dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, yang menjadi rumah bagi lebih dari 1.200 spesies ikan karang dan 400 spesies karang, menegaskan potensi besar negara ini dalam pengembangan ekonomi biru.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




