iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Lonjakan COVID-19 Varian baru secara global, Thailand – Maladewa – India alami peningkatan

Lonjakan COVID-19 Varian baru secara global, Thailand – Maladewa – India alami peningkatan

Foto google

DILI, 03 Juni 2025 (TATAOLI)– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan signifikan aktivitas COVID-19 secara global sejak pertengahan Februari 2025. Lonjakan ini dipicu oleh penyebaran varian baru NB.1.8.1, yang kini menjadi salah satu varian yang paling cepat menyebar di berbagai wilayah dunia. Negara-negara seperti Thailand, Maladewa, dan India menunjukkan tren peningkatan kasus yang patut diwaspadai.

Menurut data WHO yang dikumpulkan melalui sistem pengawasan sentinel, tingkat positif tes SARS-CoV-2 mencapai 11% per 11 Mei 2025. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Juli 2024 dan menunjukkan lonjakan dari hanya 2% pada pertengahan Februari. Peningkatan terutama terlihat di kawasan Mediterania Timur, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat.

Di Asia Tenggara, lonjakan kasus terpantau sejak awal April. Delapan negara di kawasan ini melaporkan data pengawasan, dengan tingkat positif meningkat dari 0,5% pada minggu epidemiologi ke-15 menjadi 5% pada minggu ke-19.

“Maladewa dan Thailand menjadi dua negara yang mengalami lonjakan paling nyata. Thailand mencatat peningkatan kasus secara konsisten dari minggu ke-16 hingga minggu ke-20. Sementara itu, India melaporkan peningkatan signifikan pada minggu ke-20,” ungkap laporan WHO yang diakses TATOLI, selasa ini.

Dalam laporan situasi global terbaru, WHO menyatakan bahwa peningkatan tingkat positif tes didorong oleh data yang dikumpulkan dari sistem pengawasan sentinel di 73 negara, wilayah, dan teritori. Sebagai perbandingan, hanya 2% tes yang menunjukkan hasil positif pada pertengahan Februari lalu, dari 110 negara yang melapor.

Meski begitu, beberapa wilayah seperti Afrika, Eropa, dan Amerika masih melaporkan tingkat aktivitas yang rendah, berkisar antara 2% hingga 3%. Namun, tren peningkatan mulai terlihat di beberapa subkawasan, termasuk Karibia dan Andes di Kawasan Amerika.

Data dari Eropa dan Amerika Utara menunjukkan aktivitas SARS-CoV-2 tetap rendah hingga pertengahan Mei. Di sisi lain, laporan rawat inap, masuk ICU, dan angka kematian di kawasan terdampak belum cukup untuk menilai dampaknya secara menyeluruh terhadap sistem kesehatan nasional.

Pergeseran Varian Global

Perubahan signifikan juga tercatat dalam dinamika varian virus. Varian LP.8.1, yang sempat mendominasi pada Maret 2025, kini menunjukkan penurunan. Sebaliknya, varian NB.1.8.1, yang baru-baru ini ditetapkan sebagai Varian yang Sedang Dipantau (Variant Under Monitoring/VUM), mengalami peningkatan penyebaran.

NB.1.8.1 adalah turunan dari XDV.1.5.1 dan JN.1, dengan deteksi pertama pada Januari 2025. Varian ini membawa sejumlah mutasi pada protein lonjakan (spike), termasuk T22N, F59S, G184S, A435S, V445H, dan T478I. Beberapa mutasi tersebut diyakini dapat meningkatkan kemampuan penularan serta penghindaran terhadap respons antibodi tubuh.

Per 18 Mei 2025, sebanyak 518 sekuens NB.1.8.1 telah dilaporkan ke GISAID (Inisiatif global untuk membagi data virus influenza) dari 22 negara, mencakup 10,7% dari seluruh sekuens global pada minggu epidemiologi ke-17 (21–27 April).

Angka ini meningkat tajam dibandingkan dengan hanya 2,5% pada empat minggu sebelumnya. Penyebaran NB.1.8.1 terdeteksi meningkat di wilayah Pasifik Barat (dari 8,9% ke 11,7%), Amerika (1,6% ke 4,9%), dan Eropa (1% ke 6%).

WHO menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan, mengingat tidak adanya pola musiman yang jelas dalam sirkulasi SARS-CoV-2. WHO juga mengingatkan semua Negara Anggota untuk terus menerapkan pendekatan manajemen berbasis risiko yang komprehensif terhadap COVID-19, sebagaimana diuraikan dalam Rekomendasi Tetap Direktur Jenderal.

Vaksinasi tetap menjadi pilar utama dalam mencegah penyakit parah dan kematian, khususnya bagi kelompok populasi yang rentan. WHO menyerukan negara-negara untuk memperkuat sistem pengawasan dan memastikan akses yang merata terhadap vaksin serta intervensi medis lainnya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!