DILI, 25 september 2024 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK -tetun) masih menunggu konfirmasi dari perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia untuk diluncurkan pembangunan landasan pacu Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL -tetun) Comoro.
“Kita tunggu konfirmasi Waskita, saya sudah keluarkan NTL (Notice to Proceed) pada Waskita dan konsultor PMC (Perwakilan perusahaan konsultan Indonesia, PT Amythas IN JV Meinhardt PCM). Sekarang kita menunggu konfirmasi karena mereka yang akan lakukan konstruksi,” jelas Menteri Miguel di Kantor Pemerintah, rabu ini.
NTP atau Pemberitahuan untuk Melanjutkan dalam konteks kontrak pemerintah adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh otoritas kontrak untuk memberi tahu penyedia layanan atau kontraktor bahwa mereka telah dipilih untuk suatu proyek dan bahwa mereka dapat memulai pekerjaan sebagaimana ditentukan dalam kontrak.
Menteri Miguel menyebutkan harusnya Kick off meeting untuk peluncuran pembangunan landasan pacu AIPNL sudah direalisasikan pada 13 september 2024, tetapi perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia meminta untuk diberikan waktu untuk melihat kembali kontrak tersebut.
“Kita belum bisa memastikan kapan diluncurkan, setelah dikeluarkan NTP, tahap selanjutnya harus ada Kick off meeting yang akan dihadiri tidak hanya dari Perusahaan yang dikontrak dan konsultan tapi juga pihak dari JICA, ADB dan MTK sendiri dan setelah itu baru dimulai prosesnya,” ucapnya.
Diketahui kick off meeting adalah pertemuan pertama dari proyek dengan tujuan untuk memastikan bahwa setiap orang menyesuaikan persepsi mereka. Selain itu, meeting tersebut berfungsi untuk memastikan bahwa setiap anggota tim memahami perannya masing-masing.
Sebelumnya, pada 21 agustus lalu, Pemerintah Timor-Leste melalui MTK sepakat melanjutkan kontrak dengan perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk dari Indonesia membangun landasan pacu AIPNL Comoro.
Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu menegaskan Pemerintah tidak ingin melakukan pembukaan tender baru karena pemerintahan sebelumnya yang dipimpin mantan Perdana Menteri, Taur Matan Ruak sudah menandatangani kontrak dengan PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.
Dalam siaran pers dari Pemerintah pada 16 agustus 2024, dikatakan keputusan ini diambil setelah melakukan analisis yang cermat terhadap pengaturan kontrak untuk proyek tersebut dan sejalan dengan tujuan mengembangkan Rencana Induk untuk AIPNL di Dili dan menyelesaikan perluasannya, termasuk landasan pacu, dan memastikan kondisi yang diperlukan agar bandara ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar satu juta penumpang per tahun dengan standar keamanan tertinggi, yang ditetapkan dalam Program Pemerintah Konstitusional IX.
Dengan perluasan landasan pacu yang akan dilakukan dalam tiga tahap, bandara ini akan dapat menerima pesawat yang lebih besar, secara signifikan meningkatkan infrastruktur yang ada. Tahap pertama adalah memperpanjang landasan pacu yang ada saat ini dari 1.850 meter menjadi 2.100 meter.
Pada tahap kedua, landasan pacu akan diperpanjang 400 meter ke arah laut, sehingga total panjangnya mencapai 2.500 meter. Terakhir, pada tahap ketiga, landasan pacu akan diperpanjang 500 meter lagi ke arah yang berlawanan, sehingga total panjangnya mencapai 3.000 meter.
Laman resmi Wikipedia yang diakses Tatoli, menyebutkan PT Waskita Karya (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan ini memiliki lima divisi, yakni Gedung, Infrastruktur I, Infrastruktur II, EPC, dan Luar Negeri. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki sebelas kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Reporter : Cidalia Fatimá
Editor : Armandina Moniz




