iklan

INTERNASIONAL, SOSIAL INKLUSIF

Proses konservasi air, Permatil telah mencakup 400 kampung di seluruh teritori

Proses konservasi air, Permatil telah mencakup 400 kampung di seluruh teritori

Tempat konservasi air secara tradisional. Foto Media MOP

DILI, 23 maret 2023 (TATOLI)—  Direktur Permatil Timor-Leste, Ego Lemos melaporkan proses konservasi air yang dilakukan oleh Permatil bersama masyarakat lokal dan kaum muda telah mencakup lebih dari 400 kampung di seluruh teritori Timor-Leste (TL).

“Progress dari konservasi air yang dilakukan oleh Permatil selama ini, kita sudah mencapai lebih dari 400 kampung di seluruh teritori termasuk Oecusse dan Ataúro,” jelas Ego Lemos pada Tatoli secara eksklusif di City8, Manleuana.

Ia menyadari bahwa air adalah masalah umum yang harus diperhatikan tidak hanya secara infrastuktur tetapi bagaimana menjaga sumber daya air melalui sistem konservasi yang baik agar tidak menimbulkan kekeringan dan lainnya.

Permatil melihat bahwa konservasi air ini akan memberikan dampak nyata kepada masyarakat karena sistem konservasi air adalah cara untuk memulihkan kembali ekologi alam yang dulunya kering dan tidak dipenuhi oleh hewan liar.

Dijelaskan, proses konservasi air, Permatil telah dimulai sejak 2008 melalui kerjasama dengan masyarakat lokal dan penerapan Perma-Youth Camp di tingkat nasional dan kotamadya.

“Jika semua masyarakat mendapatkan akses ke air bisa diselesaikkan masalah di sektor lainnya,” tambahnya.

Pada 2022, Badan Kerjasama Prancis di Timor-Leste memberikan dukungan €21.000, setara dengan sekitar $22.000 kepada Permatil untuk memperkuat proyek konservasi keanekaragaman hayati di Ermera dan Manatuto.

Sebelumnya, kerjasama Prancis di Timor-Leste dan Permatil pada 2021 telah menandatangani dukungan dana senilai $21.000 untuk melestarikan air di Timor-Leste melalui program yang sama.

Sejak 2022, Permatil juga aktif berpartisipasi bersama Otoritas Nasional Air dan Sanitasi (ANAS) dan lima lembaga swadaya masyarakat lainnya telah memulai konservasi air di sekitar pegunungan kotamadya Dili dan Aileu.

“Konservasi yang dilakukan oleh Pemerintah baru dimulai tahun lalu ketika pendirian ANAS didirikan dan ini pun melalui dorongan NGO lokal seperti Permatil. Selama ini, Pemerintah menyuarakan tentang konservasi air tetapi lebih banyak melakukan penanam pohon,” jelasnya.

Ke-enam NGO lokal yang bekerjasama dengan ANAS terdiri dari ETADEP, HTL, AMKTL, Rede HASATIL, Fundasaun SIÃO dan Permatil. Mereka, melakukan kegiatan konservasi air yang berlokasi di dua desa, enam kampung, di kotamadya Aileu dan termasuk kotamadya Dili khususnya di 16 desa, 70 kampung serta melibatkan 600 orang pekerja.

Daerah tersebut terdiri dari Metiaut, Bedois, Bekusi, Akanunu, Balide, Lahane, Maloa dan Manleuana. Dimana dana yang Pemerintah sediakan untuk proyek konservasi air tersebut berjumlah $2,5 juta. 

Reporter   : Cidalia Fátima

Editor        : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!