Top

MPIE siapkan tiga koridor ekonomi untuk perkuat perdagangan, pariwisata dan pertanian

Menteri Perencanaan Investasi Strategis (MPIE), Gastão Sousa. Foto Tatoli/Egas Cristóvão

DILI, 15 Oktober 2026 (TATOLI) – Kementerian Perencanaan dan Investasi Strategis (MPIE) Timor-Leste menyiapkan pendekatan pembangunan berbasis tiga koridor ekonomi terintegrasi, yang menghubungkan kawasan utara, selatan, dan barat untuk mendukung perdagangan, pariwisata, pertanian, serta logistik.

Menteri MPIE Gastão Francisco de Sousa mengatakan pendekatan itu masuk dalam arah Rencana Nasional Jangka Menengah (PMP) 2027–2030, yang mendorong investasi publik terhubung dengan sentra produksi dan kebutuhan pasar.

“Kita beralih dari investasi yang terfragmentasi menuju tiga koridor ekonomi terintegrasi: Koridor Utara Dili–Baucau–Lospalos, Koridor Selatan Suai–Betano–Beaço, dan Koridor Barat Dili–Maliana–Oe-Cusse,” kata Gastão dalam Seminar Panorama Orçamental 2027 di Dili, Rabu (14/10).

Koridor Utara diarahkan untuk mendukung pariwisata budaya, pengolahan hasil pertanian, dan hubungan maritim. Jalur Dili–Baucau–Lospalos diharapkan menjadi ruang penguatan hubungan antara kawasan produksi, pengolahan barang, dan layanan wisata.

Koridor Selatan Suai–Betano–Beaço direncanakan berkaitan dengan sumber daya perminyakan dan mineral, serta pertanian komersial. Pemerintah menempatkannya sebagai koridor yang menghubungkan kegiatan produksi dengan fasilitas penunjang ekonomi di kawasan selatan.

Sementara itu, Koridor Barat Dili–Maliana–Oe-Cusse diarahkan kepada perdagangan lintas batas, pertanian, dan logistik, dengan koordinasi bersama Wilayah Administratif Khusus Oe-Cusse Ambeno (RAEOA) dan ZEESM.

Gastão menjelaskan bahwa pengembangan koridor bukan sekadar menambah panjang jalan.

“Keberhasilan sebuah jalan bukan diukur dari jumlah kilometer yang dikontrakkan, tetapi dari penurunan biaya transportasi dan waktu yang diperlukan untuk mencapai pasar,” tegasnya.

Dalam konsep tersebut, kebijakan investasi juga harus memperhatikan pemeliharaan infrastruktur, sehingga jalan, jaringan air, dan layanan energi dapat mendukung kegiatan usaha secara berkelanjutan.

MPIE berharap keterhubungan wilayah produksi dan pasar dapat memperluas kegiatan ekonomi di luar Dili. Rencana koridor merupakan arah strategis pemerintah; rincian masing-masing proyek, jadwal, dan pembiayaan memerlukan dokumen pelaksanaan tersendiri.

Selain itu Pemerintah juga menargetkan penerbitan 30.000 sertifikat tanah di kawasan koridor ekonomi hingga 2030 melalui reformasi hak atas tanah dan pengembangan kadaster digital. Target tersebut menjadi bagian dari Rencana Nasional Jangka Menengah (PMP) 2027–2030.

Menteri Gastão mengatakan reformasi pertanahan diperlukan untuk memperbaiki dasar hukum kepemilikan dan perencanaan wilayah, sekaligus mendukung iklim investasi.

“Rencana jangka menengah menetapkan hasil yang ingin dicapai hingga 2030, termasuk penerbitan sekitar 30.000 sertifikat tanah di koridor ekonomi,” ujar Gastão, sesuai naskah intervensinya.

Pemerintah menempatkan reformasi hak atas tanah dan kadaster digital di antara sepuluh prioritas strategis nasional, dengan Kementerian Kehakiman sebagai instansi pemimpin. Kepastian hak atas tanah dipandang penting bagi kegiatan ekonomi dan perencanaan penggunaan lahan.

Dalam kerangka yang sama, Pemerintah juga menargetkan perluasan irigasi yang berfungsi hingga 70.000 hektare pada 2030, dari sekitar 43.834 hektare sebagaimana tercantum dalam materi MPIE. Sasaran ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat produksi domestik.

Adapun target energi terbarukan ditetapkan sedikitnya 50 persen dari bauran listrik nasional pada 2030. Naskah intervensi menyatakan kontribusi energi terbarukan saat ini masih di bawah lima persen, sehingga pencapaian target memerlukan perubahan besar dalam investasi dan pengembangan layanan energi.

“Dalam rencana jangka menengah, kita menargetkan peningkatan energi terbarukan dalam bauran listrik menjadi sedikitnya 50 persen,” kata Gastão.

MPIE menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus beralih dari penambahan aset fisik semata menuju peningkatan keandalan layanan, keberlanjutan pembiayaan, dan ketahanan iklim. Pengembangan irigasi dan energi diharapkan turut mendukung kawasan produksi dan pertumbuhan usaha.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!