Top

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan : Asap meluas dan ribuan hektare lahan terbakar

Personel pemadaman Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat, Agustus 2026. Foto Antaranews

DILI, 12 Oktober 2026 (TATOLI) –  Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan, Republik Indonesia masih menjadi ancaman serius. Api yang belum sepenuhnya terkendali, kondisi lahan yang kering, hingga sebaran asap membuat penanganan Karhutla di sejumlah wilayah harus terus diperkuat.

Mengutip dari Kaltim Aktual, disebutkan bahwa di Kalimantan Timur, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 09 Oktober 2026 mencatat sekitar 8.474,50 hektare lahan terbakar sepanjang rangkaian kejadian yang terdata. Pada hari yang sama, petugas masih melakukan pemadaman di empat lokasi dengan luas penanganan mencapai 2,52 hektare.

Sementara itu, kondisi di Kalimantan Tengah juga memerlukan perhatian. Kebakaran di Kabupaten Barito Selatan dilaporkan semakin mengkhawatirkan. Asap menyelimuti kawasan Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, hingga membuat udara tampak menguning. Api bahkan dilaporkan meluas mendekati tepi jalan raya.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman Karhutla belum berakhir meski sejumlah titik kebakaran telah berhasil ditangani. 

Titik panas masih terdeteksi, Kalimantan Barat perpanjang tanggap darurat

Ancaman Karhutla tidak hanya terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kalimantan Barat juga masih menghadapi kebakaran di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat memperpanjang status tanggap darurat Karhutla selama 05–18 Oktober 2026. Keputusan ini diambil karena kebakaran masih terjadi di sejumlah daerah, sementara kabut asap berpotensi memengaruhi Kota Pontianak.

Tiga kabupaten yang masih menjadi perhatian dalam penanganan tersebut adalah Kayong Utara, Melawi, dan Mempawah.

Di tingkat nasional, Kementerian Kehutanan mencatat 437 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 09 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Jumlah itu meningkat 50 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 387 titik.

Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas pemantauan. Pemerintah terus memperkuat pengawasan titik panas, patroli darat, operasi udara, serta pemeriksaan langsung untuk memastikan apakah indikasi titik panas benar-benar merupakan kebakaran.

Data titik panas perlu dibedakan dari jumlah kejadian kebakaran karena tidak setiap hotspot otomatis menunjukkan adanya api aktif. Meski begitu, peningkatan titik panas tetap menjadi peringatan bagi petugas untuk mempercepat pemeriksaan dan penanganan di lapangan.

Cuaca kering persulit pemadaman, warga diminta waspada asap

Kondisi cuaca turut memengaruhi risiko Karhutla di Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan periode 09–15 Oktober 2026 mengingatkan bahwa dominasi kondisi kering masih berpotensi meningkatkan kerawanan kebakaran, terutama di daerah yang mengalami periode tanpa hujan cukup panjang.

Pemantauan BMKG pada 07 Oktober 2026 menunjukkan terdapat 364 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan. Citra satelit juga memperlihatkan sebaran asap di sejumlah wilayah pulau tersebut.

Ketika lahan mengering, api lebih mudah menyebar. Kebakaran di kawasan gambut juga menjadi tantangan tersendiri karena bara dapat bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga pemadaman membutuhkan waktu dan pengawasan lanjutan.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan kebakaran. Warga yang terdampak asap juga perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai, dan menjaga kelompok rentan seperti anak-anak serta lansia.

Penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, BPBD, petugas kehutanan, TNI-POLRI, relawan, dan masyarakat. Selain memadamkan api, upaya pencegahan dan pengawasan kawasan rawan perlu diperkuat agar kebakaran tidak kembali meluas

TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!