Tsuneishi kembali seleksi 33 pemuda Timor-Leste untuk pelatihan kerja di Hiroshima

DILI, 08 Oktober 2026 (TATOLI) – Perusahaan Jepang, Tsuneishi, menggelar uji keterampilan (skill test) terhadap 33 pemuda Timor-Leste untuk mengikuti program pelatihan kerja di bidang pengelasan (welding), pengecatan (painting), dan penyelesaian akhir (finishing) di Fukuyama, Prefektur Hiroshima, Jepang.
Penasihat Sekretariat Negara Urusan Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Ilídio Ximenes, mengatakan seleksi tersebut berlangsung pada Rabu (07/10) di Pusat Pelatihan Tibar. Dari 33 peserta yang mengikuti seleksi, perusahaan hanya membutuhkan delapan tenaga kerja.
“Total peserta yang mengikuti uji keterampilan sebanyak 33 orang, tetapi perusahaan hanya akan merekrut delapan orang, terdiri atas tiga orang untuk bidang pengelasan, tiga orang untuk finishing, dan dua orang untuk pengecatan,” kata Ilídio Ximenes kepada TATOLI secara daring.
Ia menjelaskan, selain mengikuti uji keterampilan, para peserta juga menjalani wawancara langsung dengan perwakilan perusahaan Jepang yang hadir dalam proses seleksi tersebut.
Tim penguji terdiri atas Direktur Jenderal Tsuneishi Tekko Co., Ltd., Naoya Shimomura, Direktur Katsufumi Takada, serta Direktur Jenderal Lhara Co., Ltd., Takahiro Nakamura.
Menurut Ilídio, saat ini sebanyak 31 pemuda Timor-Leste telah berada di Fukuyama untuk mengikuti pelatihan sekaligus bekerja di sektor konstruksi, khususnya pengelasan dan pengecatan kapal.

Sementara itu, delapan peserta yang akan direkrut melalui seleksi terbaru tersebut terlebih dahulu mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan pengenalan budaya Jepang di Dili sebelum diberangkatkan.
Ia menjelaskan, program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antarpemerintah dalam skema Technical Intern Training (TIT), dengan masa kontrak pelatihan selama tiga tahun.
“Delapan pemuda yang akan diberangkatkan ke Jepang ini juga merupakan bagian dari persiapan perusahaan untuk mendukung rencana pembangunan pabrik kapal di Laleia,” jelasnya.
Ilídio menambahkan, program pelatihan tersebut diharapkan dapat mempersiapkan tenaga kerja Timor-Leste dengan keterampilan teknis dan pengalaman kerja yang dibutuhkan dalam industri perkapalan.
Selain sektor industri, menurut informasi yang disampaikan, pada Oktober ini juga direncanakan seleksi secara daring untuk bidang perawatan lanjut usia (aged care) dan pertanian (agriculture).
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

