DILI, 15 Juli 2026 (TATOLI) – Senator Republik Indonesia dari Provinsi Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa atau Arya Wedakarna, mengundang Presiden Republik Timor-Leste José Ramos-Horta untuk menghadiri sekaligus membuka secara resmi Bali–Timor-Leste Business Forum yang direncanakan berlangsung pada Agustus atau September 2026 di Bali.
Undangan tersebut disampaikan secara langsung kepada Presiden Ramos-Horta dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Dili, Rabu.
Arya Wedakarna mengatakan, forum tersebut bertujuan mempererat hubungan masyarakat kedua negara (people-to-people connection) sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan investasi menjelang keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN.
“Kami tadi sudah menyampaikan undangan resmi bahwa dari Bali nanti akan membuat Bali–Timor-Leste Business Forum yang akan lebih menguatkan people-to-people connection. Kami ingin ada kegiatan konkret dalam menyambut Timor-Leste sebagai bagian dari ASEAN,” katanya kepada wartawan usai bertemu Presiden Ramos-Horta.
Menurutnya, hubungan Bali dan Timor-Leste terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut lebih dari 100.000 warga Timor-Leste mengunjungi Bali setiap tahun, sementara lebih dari 500 mahasiswa Timor-Leste saat ini menempuh pendidikan strata satu (S1) dan strata dua (S2) di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Arya Wedakarna menilai potensi kerja sama kedua pihak tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan dan pariwisata, tetapi juga dapat diperluas ke berbagai bidang usaha.
Dalam kunjungannya ke Dili, ia membawa delegasi yang terdiri atas perwakilan asosiasi spa, asosiasi perhotelan, asosiasi properti, pelaku industri pariwisata, pengusaha kopi, akademisi dari Universitas Mahendradatta, serta perwakilan Museum Soekarno.
Ia mengatakan kehadiran berbagai pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi ekonomi yang lebih erat antara Bali dan Timor-Leste.
“Pertemuan tadi sangat efektif. Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan dapat menyambut kedatangan Yang Mulia Presiden Timor-Leste di Bali untuk membuka acara tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Arya Wedakarna menjelaskan jadwal penyelenggaraan forum masih menyesuaikan agenda Presiden Ramos-Horta.
Selain membahas kerja sama ekonomi, Arya Wedakarna juga menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Presiden Ramos-Horta. Menurutnya, Presiden Timor-Leste tidak hanya dikenal sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai figur pemersatu bangsa, penerima Hadiah Nobel Perdamaian, serta sosok yang memiliki nilai-nilai spiritual yang dihormati masyarakat Bali.
Ia menambahkan, sekitar 500 pengusaha dan CEO dari Bali dan Indonesia menyatakan kesiapan untuk bertemu dengan Presiden Ramos-Horta dalam forum tersebut guna menjajaki peluang kerja sama baru antara kedua pihak.
“Kami melihat beliau seperti seorang ayah. Karena itu kami ingin menyambut beliau dengan baik di Bali bersama diaspora Timor-Leste, anak-anak muda Bali, para pengusaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




