iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Presiden Republik : Paula Pinto salah satu sahabat kemerdekaan TL yang berdedikasi dan konsisten

Presiden Republik : Paula Pinto salah satu sahabat kemerdekaan TL yang berdedikasi dan konsisten

Mendiang Dr. Paula Pinto. Foto Media Kepresidenan

DILI, 13 Juli 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, Jose Ramos-Horta memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Dr. Paula Pinto, yang meninggal dunia pada Senin (13/07) di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) Dili. Menurut Kepala Negara, mendiang Paula Pinto, sebagai salah satu sahabat kemerdekaan Timor-Leste (TL) yang paling berdedikasi dan konsisten.

Mendiang Paula Pinto adalah seorang aktivis asal Portugal yang memberikan kontribusi signifikan bagi perjuangan Timor-Leste itu meninggal dunia di usia  69 tahun.

Presiden Republik, yang turut dalam upacara pemakaman jenazah mendiang Paula Pinto di Tempat Pemakaman Umum Becussi, Senin (13/07) sore itu  memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang.

Dalam upacara pemakaman tersebut, dalam laman resmi Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa Presiden Republik dalam pidatonya menyoroti perjalanan 50 tahun Paula Pinto bersama rakyat Timor-Leste, mencatat bahwa meskipun ia adalah seorang penerjemah profesional untuk Uni Eropa, ia selalu meluangkan waktu untuk melayani perlawanan di balik layar.

Presiden Ramos-Horta, yang mengunjungi Paula Pinto dan suaminya Roque Rodrigues beberapa hari sebelum Paula Pinto wafat, memuji kerendahan hatiannya yang lebih memilih berada di “barisan belakang” dan dalam “kesunyian,” menekankan bahwa pengabdian seumur hidupnya ditentukan oleh diskresi yang mendalam.

Kontribusi Paula Pinto yang paling signifikan terjadi selama fase akhir pendudukan Indonesia yang sangat menentukan. Pada awal 1999, ia melakukan perjalanan sendirian ke Jakarta, Indonesia untuk mendirikan kantor pendukung bagi pemimpin yang dipenjara, Kay Rala Xanana Gusmão, menjadi penghubung vital bagi diplomasi internasional dan logistik.

Saat itu, bersama Kirsty Sword dan Natacha Meden, ia membentuk trio yang dengan kasih sayang dijuluki sebagai “Charlie’s Angels” oleh pers internasional, mengelola komunikasi kompleks yang berujung pada Konsultasi Populer 1999. Ia juga berperan penting dalam operasi rahasia dengan keamanan tinggi yang memastikan perjalanan aman Xanana Gusmão ke Darwin setelah referendum.

Setelah restorasi kemerdekaan pada tahun 2002, Paula Pinto tetap tinggal di Timor-Leste, mengabdikan 24 tahun terakhir hidupnya untuk membangun bangsa baru sebagai administrator dan penasihat terpercaya bagi CNRT. Presiden Republik mencatat bahwa ia adalah sosok langka dengan integritas tak tergoyahkan yang dihormati oleh semua kalangan politik.


Presiden Republik, Jose Ramos-Horta memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Dr. Paula Pinto di Tempat Pemakaman Umum Becussi. Foto Media Kepresidenan

“Ia menjadikan perjuangan kita sebagai perjuangan hidupnya sendiri,” pungkas Ramos-Horta.

Kepala Negara juga  menegaskan bahwa meskipun Paula Pinto menghindari sorotan, nama dan “kontribusi dalam senyapnya” kini terukir selamanya dalam sejarah perjalanan Timor-Leste menuju kebebasan.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Portugal di Dili menyampaikan rasa duka mendalam atas meninggalnya Paula Ferreira Pinto, seraya menyoroti kontribusinya terhadap perjuangan Timor-Leste dan upaya meraih kemerdekaan.

Paula Ferreira Pinto (69 tahun) meninggal dunia hari ini di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares di Dili akibat sakit. Ia adalah seorang aktivis asal Portugal yang memberikan kontribusi signifikan bagi perjuangan Timor-Leste. Salah satu kiprahnya yang paling menonjol adalah pembentukan jaringan dukungan bagi Xanana Gusmão selama masa penahanannya di penjara Indonesia.

Dalam pesan belasungkawanya, perwakilan diplomatik Portugal menyatakan solidaritas serta menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga, sahabat, dan rekan-rekan mendiang.

“Saat ini, kami berdiri dalam solidaritas bersama keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya, serta menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, kepada Dr. Roque Rodrigues, kami sampaikan pelukan hangat penuh solidaritas,” demikian bunyi pernyataan belasungkawa dari Kedutaan Besar Portugal di Dili yang diakses oleh Tatoli.

Tim TATOLI 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!