DILI, 19 Juni 2026 (TATOLI) – Dewan Menteri menyetujui proyek Resolusi Pemerintah mengenai Rencana Aksi Nasional untuk Industri Manufaktur yang diajukan oleh Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira, sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor industri dan mendorong diversifikasi ekonomi Timor-Leste.
“Rencana aksi tersebut menetapkan berbagai langkah yang bertujuan mengembangkan industri manufaktur nasional agar mampu berkontribusi pada pengurangan ketergantungan negara terhadap pendapatan minyak dan gas, sekaligus meningkatkan daya saing sektor swasta,” tulis hasil laporan rapat Dewan Menteri yang diakses TATOLI.
Dalam rencana tersebut, Pemerintah mengidentifikasi sejumlah prioritas utama, termasuk peningkatan nilai tambah dan transformasi produk-produk nasional yang memiliki potensi ekspor, khususnya di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Selain itu, Pemerintah juga menargetkan perbaikan lingkungan usaha, perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, serta peningkatan upaya untuk menarik investasi swasta guna mendukung pertumbuhan industri manufaktur di dalam negeri.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, akan dibentuk sebuah komisi antar kementerian yang bertanggung jawab mengoordinasikan, memantau, dan mengevaluasi seluruh langkah yang telah direncanakan dalam Rencana Aksi Nasional tersebut.
Pemerintah meyakini bahwa pengembangan industri manufaktur akan menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi ekonomi nasional. Melalui implementasi rencana ini, diharapkan produksi nasional dapat meningkat, lapangan kerja baru tercipta, ekspor bertambah, serta posisi Timor-Leste dalam pasar regional dan internasional semakin kuat.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah untuk mempercepat industrialisasi, memperkuat sektor produktif, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi Timor-Leste
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




