iklan

KEADILAN

ADB – Jepang dukung penguatan audit keuangan Timor-Leste dengan manual baru

ADB – Jepang dukung penguatan audit keuangan Timor-Leste dengan manual baru

ADB bersama Pemerintah Jepang meluncurkan Manual Audit Keuangan Câmara de Contas (CdC) yang digelar di Hotel Timor, Dili, Kamis (28/05). Foto TATOLI/ Antonio Daciparu

DILI, 28 Mei 2026 (TATOLI)— Asian Development Bank (ADB) bersama Pemerintah Jepang mendukung penguatan sistem audit keuangan Timor-Leste melalui peluncuran Manual Audit Keuangan Câmara de Contas (CdC) yang digelar di Hotel Timor, Dili, Kamis ini.

Peluncuran manual tersebut menjadi bagian dari workshop bertajuk “Agenda for the Consolidated Sustainable Financial Audit Reforms in Timor-Leste: Lessons-Learned Workshop” yang menandai berakhirnya proyek reformasi audit keuangan berkelanjutan selama empat tahun di Timor-Leste.

Ketua Pengadilan Banding (TR) sekaligus Ketua Câmara de Contas (Kamar Audit), Afonso Carmona, mengatakan manual tersebut disusun sebagai pedoman resmi untuk memperkuat pelaksanaan audit dan pengawasan keuangan negara.

“CdC berhasil menyusun manual untuk memastikan seluruh aktivitas Tribunal de Contas (Pengadilan Audit) dapat berjalan lebih terarah karena tugas ini merupakan aktivitas kontrol yang harus memiliki aturan jelas agar tidak menyimpang, terutama dalam administrasi keuangan negara,” kata Afonso Carmona.

Ia menegaskan, manual tersebut diharapkan menjadi acuan utama bagi auditor dalam menjamin tata kelola pemerintahan yang baik, transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan publik.

“Selama ini sudah ada aturan dan undang-undang, tetapi dengan adanya manual ini pekerjaan auditor akan menjadi lebih mudah dan kualitas kerja juga akan semakin baik,” ujarnya.

Sementara itu, Country Director ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina, mengatakan peluncuran manual audit tersebut merupakan tonggak penting hasil kolaborasi antara CdC, ADB, Japan Fund for Prosperous and Resilient Asia and the Pacific (JFPR), serta INTOSAI Development Initiative (IDI).

“Kami juga telah melakukan pilot audit. Tujuan utama dari proyek ini adalah memastikan auditor mampu melakukan audit sesuai standar keuangan internasional sehingga dapat meningkatkan tata kelola belanja publik,” kata Stefania Dina.

Menurutnya, manual audit tersebut merupakan salah satu hasil utama proyek selain berbagai program pelatihan auditor yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

“Manual ini akan menjadi alat utama yang memandu seluruh audit keuangan di masa mendatang,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut didanai oleh ADB melalui JFPR dengan dukungan Pemerintah Jepang, sementara IDI memberikan dukungan teknis melalui kerja sama pengembangan kapasitas auditor.

Dilain pihak, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yamamoto Yasushi, mengatakan reformasi audit keuangan yang kuat dan independen merupakan fondasi penting bagi pemerintahan yang baik.

Good governance begins with a simple question: Are public funds being used properly?” (Tata kelola pemerintahan yang baik dimulai dengan pertanyaan sederhana: Apakah dana publik digunakan dengan benar?),” ujar Yamamoto dalam pidato pembukaannya.

Menurutnya, lembaga audit tertinggi harus bebas dari tekanan politik agar mampu menjalankan fungsi pengawasan secara independen dan bertanggung jawab kepada rakyat.

Ia menjelaskan bahwa Jepang telah memiliki lembaga audit independen sejak tahun 1880 dan pengalaman selama hampir 150 tahun menunjukkan bahwa institusi audit yang kuat dapat membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Kepercayaan publik adalah fondasi dari pemerintahan yang baik,” katanya.

Yamamoto juga mendorong CdC untuk terus memperkuat kerja sama regional dengan negara-negara ASEAN, aktif berbagi pengetahuan, serta menjaga independensi institusi audit sebagai aset terpenting dalam menjalankan pengawasan keuangan negara.

Sementara itu, perwakilan INTOSAI Development Initiative (IDI), Karma Tenzin, menjelaskan bahwa organisasi tersebut bersama ADB mendukung penguatan kapasitas auditor CdC agar mampu melaksanakan audit sesuai standar internasional.

Selain pengembangan manual audit, IDI juga membantu membangun Audit Quality Management System guna memastikan kualitas dan konsistensi audit yang dilakukan CdC.

Karma Tenzin mengatakan CdC kini telah mengadopsi International Standards of Supreme Audit Institutions (ISSAIs) sebagai standar audit resmi, sehingga memberikan dasar hukum bagi pelaksanaan audit sesuai standar internasional.

Meski demikian, ia menilai masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, termasuk penguatan sistem perencanaan strategis, mekanisme tindak lanjut rekomendasi audit, dan pengembangan kompetensi auditor.

“Akan ada kesinambungan dan keberlanjutan dalam proses ini. Kami percaya kemitraan ini akan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi CdC, tetapi juga bagi pemerintah dan rakyat Timor-Leste,” katanya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!