iklan

INTERNASIONAL

Proyek terminal penumpang AINL, Pemerintah pastikan pembangunan konstruksi segera dilakukan  

Proyek terminal penumpang AINL, Pemerintah pastikan pembangunan konstruksi segera dilakukan   

Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Gonçalves Manetelu. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 26 Mei 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) memastikan proyek pembangunan terminal penumpang baru di  Bandarah Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL) segera memasuki tahap konstruksi setelah Tribunal de Contas memberikan persetujuan resmi (vistu) terhadap proyek tersebut.

Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Manetelu, mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan notifikasi kepada perusahaan pelaksana proyek dalam pekan ini.

Tribunal de Contas minggu lalu telah mengeluarkan persetujuan untuk proyek terminal penumpang. Minggu ini kami akan mengeluarkan notifikasi kepada perusahaan yang akan melaksanakan konstruksi terminal tersebut,” ujar Menteri Miguel Marques kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Selasa ini.

Ia menjelaskan, selain pembangunan terminal penumpang, pemerintah juga terus mempersiapkan sejumlah komponen pendukung pengembangan bandara, termasuk proyek akses jalan menuju bandara yang didukung Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT).

Menurutnya, saat ini masih terdapat beberapa penyesuaian teknis yang sedang diselesaikan bersama Kementerian Keuangan agar DFAT dapat segera memulai proses tender publik untuk pembangunan akses jalan menuju bandara internasional tersebut.

Menteri Miguel menegaskan seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari persiapan besar Pemerintah Timor-Leste dalam menyambut KTT ASEAN 2029, ketika Timor-Leste akan menjadi tuan rumah.

Sebelumnya, pada Februari 2026, Pemerintah Timor-Leste melalui MTK menandatangani kontrak dengan perusahaan asal Jepang, Toa Corporation, untuk pembangunan terminal penumpang baru di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato.

Penandatanganan kontrak dilakukan pada 20 Februari 2026 di Kedutaan Besar Timor-Leste di Tokyo, Jepang, dan disaksikan langsung oleh Duta Besar Timor-Leste untuk Jepang, Maria Terezinha da Silva Viegas.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Miguel Marques menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang dan Japan International Cooperation Agency atas dukungan dan kemitraan yang terus diberikan kepada Timor-Leste.

Ia menilai dukungan tersebut kembali menunjukkan eratnya hubungan persahabatan antara kedua negara, terutama dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional.

Pemerintah juga menekankan pentingnya koordinasi antara seluruh komponen proyek pengembangan bandara yang mendapat dukungan dari berbagai mitra pembangunan, termasuk Asian Development Bank dan DFAT Australia, guna memastikan operasional bandara tetap berjalan tanpa gangguan selama proses pembangunan berlangsung.

Direktur Toa Corporation, Makoto saat itu, mengatakan pihaknya akan melakukan upaya maksimal agar pembangunan terminal baru dapat selesai tepat waktu sebagai bagian dari persiapan Timor-Leste menjadi tuan rumah ASEAN Summit 2029.

“Terminal bandara sangat penting bagi Timor-Leste karena akan menjadi gerbang utama yang memperkenalkan Timor-Leste kepada dunia,” katanya.

Proyek pembangunan terminal penumpang baru tersebut merupakan bagian dari proyek modernisasi besar Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato yang didukung pembiayaan dari berbagai mitra internasional.

Pada 2023, Pemerintah Timor-Leste dan JICA menandatangani perjanjian hibah senilai US$37,5 juta untuk mendanai pembangunan terminal penumpang baru, termasuk sistem penyediaan air bersih, fasilitas pendukung dan peralatan bandara.

Selain dukungan dari JICA, proyek pengembangan bandara juga mendapat pembiayaan sebesar US$135 juta dari ADB untuk perpanjangan landasan pacu, pembangunan menara kontrol lalu lintas udara dan rehabilitasi fasilitas bandara lainnya.

Sementara itu, Pemerintah Australia melalui DFAT mengalokasikan dana sebesar US$73,4 juta untuk pembangunan akses jalan menuju terminal penumpang, fasilitas pemadam kebakaran, gedung karantina hewan dan tumbuhan, fasilitas kesehatan dasar, depot bahan bakar, sistem kelistrikan dan penerangan publik, penyediaan air bersih, area parkir kendaraan hingga zona drop off terminal penumpang.

Pemerintah Timor-Leste juga mengalokasikan dana sebesar US$52 juta melalui Fundo Infraestrutura (Dana Infrastrutur) untuk pembebasan lahan, kompensasi tanaman dan biaya relokasi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan bandara serta pembangunan infrastruktur sipil lainnya.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!