DILI, 14 Mei 2026 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi negara dalam perdagangan regional dan global melalui partisipasi pada Forum Perdagangan ADB–Bank Dunia 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand pada 12 Mei 2026.
Menteri Perdagangan dan Industri (MCI), Nino Pereira, yang berpartisipasi di Forum tersebut dalam pidatonya pada sesi pleno pembukaan menyampaikan bahwa dinamika perdagangan internasional saat ini menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan industri, serta ketidakpastian ekonomi global.
Forum yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank (ADB) dan World Bank bekerja sama dengan IMD Business School dan Paris School of Economics itu mengangkat tema “Trade Policy in a Fragmented World: Accessions, Industrial Policy and the New Multilateralism.”
Dalam kesempatan tersebut, Nino Pereira menekankan pentingnya sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan kerja sama internasional guna menciptakan stabilitas ekonomi global yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Keanggotaan penuh Timor-Leste di World Trade Organization (WTO) pada 2024 dan diterimanya Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN pada 2025 menjadi langkah strategis dalam memperkuat integrasi ekonomi negara di tingkat regional maupun internasional,” tulis siaran pers resmi yang diakses TATOLI.
Menurutnya, Pemerintah Timor-Leste terus melakukan penyesuaian kebijakan nasional dan kerangka hukum agar sejalan dengan komitmen regional dan internasional, termasuk memperkuat fasilitasi perdagangan, harmonisasi regulasi, serta pengembangan kapasitas institusi nasional.
Selain itu, pemerintah juga mendorong diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Pada akhir pidatonya, Menteri Nino Pereira menegaskan kesiapan Timor-Leste untuk terus mempererat kerja sama dengan berbagai mitra pembangunan internasional, termasuk ADB dan Bank Dunia, demi mendukung terciptanya sistem perdagangan global yang lebih tangguh dan berkeadilan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




