iklan

SOSIAL INKLUSIF

Disetujui, tema khusus peringatan 24 tahun Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste

Disetujui, tema khusus peringatan 24 tahun Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste

Perdana Menteri, Xanana Gusmão memimpin rapat Dewan Menteri yang digelar di Kantor Pemerintah, Dili, Rabu (15/04). Foto Tatoli/Francisco sony

DILI, 15 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui rapat Dewan Menteri menyetujui tema khusus untuk upacara resmi peringatan 24 tahun Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste yang akan diperingati pada 20 Mei mendatang.

Dari beberapa usulan yang diajukan oleh Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, Dewan Menteri memutuskan untuk memilih tema: “Juntos Construiremos uma Pátria cada vez mais justa, inclusiva e resiliente” atau dalam bahasa Indonesia, “Bersama kita akan membangun sebuah bangsa yang semakin adil, inklusif, dan tangguh” sebagai tema resmi seluruh rangkaian kegiatan peringatan tersebut.

Hari Restorasi Kemerdekaan yang diperingati setiap 20 Mei merupakan hari libur nasional di Timor-Leste. Tanggal ini merujuk pada momen penting tahun 2002, ketika negara secara resmi kembali meraih kedaulatan penuh setelah proses panjang transisi di bawah administrasi PBB.

Secara historis, Timor-Leste sebelumnya memproklamasikan kemerdekaan pada 28 November 1975 setelah berakhirnya masa kolonial Portugis. Namun, tidak lama setelah itu, wilayah tersebut mengalami pendudukan dan integrasi oleh Indonesia, yang kemudian diikuti periode konflik panjang dan perlawanan bersenjata serta diplomatik.

Setelah lebih dari dua dekade situasi konflik dan perjuangan, rakyat Timor-Leste memilih kemerdekaan melalui referendum yang diawasi PBB pada 30 Agustus 1999.

Hasil referendum tersebut membuka jalan bagi masa transisi yang dikelola oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa hingga akhirnya Timor-Leste resmi menjadi negara berdaulat penuh pada 20 Mei 2002 di ibu kota Dili.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!