iklan

PENDIDIKAN

Timor-Leste jajaki kerja sama ekonomi dengan Investor Amerika Serikat dan Belanda

Timor-Leste jajaki kerja sama ekonomi dengan Investor Amerika Serikat dan Belanda

Investor dari Amerika Serikat, Peter Thompson dan Pengusaha Modal Ventura asal Belanda sekaligus pendiri Sekolah Bisnis dan Kewirausahaan, Hendrik Halbe foto bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay usai melakukan pertemuan. Foto Tatoli

DILI, 07 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste tengah menjajaki kerja sama ekonomi dengan investor internasional dari Amerika Serikat dan Belanda melalui pertemuan bersama Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, yang didampingi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay.

Kalbuadi Lay menyampaikan bahwa kedua investor berencana berada di Timor-Leste selama sepekan guna mendukung pengembangan sektor ekonomi produktif serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Mereka memiliki hubungan baik dengan Presiden Republik, sehingga hari ini berkesempatan bertemu dengan Perdana Menteri. Atas arahan Kepala Negara dan Kepala Pemerintah, saya memfasilitasi pertemuan ini untuk membahas investasi dan pengembangan kapasitas ekonomi,” ujar Kalbuadi Lay kepada wartawan di kantornya di Farol, Selasa ini.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana pembentukan forum bisnis antara Timor-Leste dan Amerika Serikat, serta isu perubahan iklim yang menjadi perhatian bersama.

Sementara itu, Investor dari  Amerika Serikat, Peter Thompson, menyatakan bahwa pertemuan ini bersifat produktif dan strategis karena para investor datang dengan komitmen jelas untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional.

“Mereka bertemu dengan Kepala Negara dan Kepala Pemerintah sebagai bentuk penghormatan sekaligus membahas tahap pengembangan sektor ekonomi. Diskusi ini membuka peluang bagi masyarakat Timor-Leste menjadi bagian dari era baru kesuksesan ekonomi bersama mitra dari Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan lainnya,” kata Thompson.

Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Ekonomi menunjukkan minat besar untuk memperluas kerja sama dengan komunitas investor internasional, termasuk rencana penyelenggaraan misi perdagangan tingkat tinggi ke Timor-Leste.

“Oleh karena itu, kami berharap dapat bekerja sama dalam berbagai isu ini, dan kami menyampaikan terima kasih kepada Wakil Perdana Menteri atas sambutan hangat serta visinya yang menginspirasi bagi masa depan ekonomi Timor-Leste,” ujarnya.

Timor-Leste dan Investor Belanda Siapkan 30 Beasiswa Studi Bisnis

Sementara itu, Pemerintah Timor-Leste bersama investor asal Belanda berencana menyiapkan 30 beasiswa bagi warga Timor-Leste untuk melanjutkan studi di bidang bisnis dan kewirausahaan di Belanda.

Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bagian dari kerja sama di sektor pendidikan yang tengah dijajaki antara kedua pihak.

Selain program beasiswa, pemerintah dan investor juga membahas peluang investasi pembangunan universitas swasta di Timor-Leste guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

“Namun sebelum itu, kami sedang membahas untuk mengirim banyak anak muda mengikuti pelatihan di berbagai bidang seperti perhotelan dan sektor terkait di Belanda. Kemungkinan para ahli dari sana juga akan datang untuk mengajar di sini,” ujar Kalbuadi Lay.

Ia menjelaskan bahwa selama berada di Timor-Leste, para investor akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait guna mematangkan rencana investasi di berbagai sektor, khususnya pendidikan.

Sementara itu, Pengusaha Modal Ventura asal Belanda sekaligus Pendiri Sekolah Bisnis dan Kewirausahaan, Hendrik Halbe, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan pendidikan di Timor-Leste.

Ia mengatakan pihaknya berencana memberikan kesempatan kepada 30 warga Timor-Leste untuk melanjutkan studi di universitasnya di Belanda melalui program beasiswa yang akan dimulai tahun depan.

“Kami ingin agar para mahasiswa ini mempelajari manajemen bisnis di Eropa dan membawa kembali pengetahuan tersebut untuk berkontribusi dalam pembangunan Timor-Leste,” katanya.

Selain itu, Halbe juga mengungkapkan rencana untuk menjajaki pembangunan universitas di Timor-Leste sebagai bagian dari investasi jangka panjang di bidang pendidikan, inovasi, dan kewirausahaan.

“Saya merasa terhormat dapat menjadi bagian dari investasi masa depan ini. Kami akan terus mengeksplorasi peluang kerja sama dengan lembaga terkait serta sektor produktif seperti pertanian,” ujarnya. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!