DILI, 25 Februari 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Jose Ramos-Horta melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal (Dirjen) WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dimana, dalam pertemuan itu keduanya membahas penguatan kemitraan kerjasama strategis antara Timor-Leste dan badan kesehatan global tersebut.
Dirjen WHO Tedros Adhanom dalam pertemuan itu mengucapkan selamat kepada Presiden Republik atas keberhasilan bersejarah Timor-Leste dalam memberantas malaria dan respons teladan terhadap COVID-19 yang mencapai tingkat vaksinasi 80%.
Diakses Tatoli dari Laman resmi Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa pertemuan itu diadakan di markas besar WHO di Jenewa, Swiss, pada Selasa (24/02). Dimana, pada pertemuan itu Presiden Republik didampingi Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC) Timor-Leste, Bendito Freitas.
Di pertemuan itu, Direktur Jenderal WHO meyakinkan Presiden Republik bahwa restrukturisasi WHO yang sedang berlangsung tidak akan memengaruhi kehadiran kuat organisasi tersebut di Timor-Leste, guna memastikan dukungan teknis yang berkelanjutan bagi prioritas kesehatan negara.
Dalam pertemuan itu, Kepala Negara menegaskan kembali komitmen Timor-Leste terhadap multilateralisme dan memuji “kepemimpinan gemilang” Dr. Tedros selama krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Presiden Ramos-Horta mengamankan dukungan WHO dalam menangani keadaan darurat kesehatan saat ini, secara khusus meminta penyertaan Timor-Leste dalam program akses awal untuk vaksin dengue baru guna memerangi wabah musiman yang parah.
Selain itu, keduanya juga berdiskusi yang difokuskan pada penanganan penyakit tuberkulosis dan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit terkait tembakau.
Keduanya juga dalam pertemuan itu mengonfirmasi partisipasi mereka dalam Pertemuan Komite Regional WHO ke-79 yang akan diadakan di Dili pada bulan September mendatang. Di mana Presiden Republik menyampaikan undangan pribadi kepada Dr. Tedros untuk melakukan kunjungan resmi bersejarah ke Dili, Timor-Leste.
Pertemuan diakhiri dengan diskusi yang lebih luas mengenai pembangunan nasional dan kredibilitas internasional, di mana Presiden Republik menyoroti kemandirian finansial Timor-Leste, Dana Perminyakan yang berkelanjutan, serta kemitraan infrastruktur strategis dengan Jepang, Australia, dan UEA (Uni Emirat Arab).
Dilain pihak, Presiden Republik juga menegaskan kembali kepemimpinan lingkungan negara dan proyek energi Greater Sunrise yang akan datang. Selain itu, Presiden Ramos-Horta juga melakukan “diplomasi kopi” dengan mempersembahkan kopi Timor kepada Dr. Tedros sebagai simbol warisan unik negara Timor-Leste.
TATOLI




