DILI, 25 Februari 2026 (TATOLI) – Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) dan UNCTAD (Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan) meresmikan sebuah perjanjian pada Selasa (24/02), yang bertujuan memperkuat kerja sama di bidang digitalisasi perdagangan internasional dan modernisasi bea cukai di negara-negara anggota organisasi tersebut.
Dokumen tersebut ditandatangani di markas CPLP di Lisbon oleh Sekretaris Eksekutif organisasi, Maria de Fátima Jardim, dan Kepala Program Sistem Data Bea Cukai Otomatis UNCTAD, Renaud Massenet. Dalam siaran pers yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa perjanjian ini bertujuan memberikan dorongan baru bagi kerja sama antara kedua lembaga internasional tersebut yang telah dimulai sejak tahun 2000.
Dimana dalam perjanjian itu para pihak menyoroti kerja sama dalam digitalisasi perdagangan internasional, bantuan teknis untuk reformasi dan otomatisasi bea cukai, serta berbagi pengetahuan mengenai perdagangan, diversifikasi ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Eksekutif organisasi, Maria de Fátima Jardim menyoroti berbagai inisiatif yang telah dikembangkan dalam kemitraan dengan UNCTAD di bidang kepabeanan dan menegaskan bahwa perjanjian baru ini akan mendorong “perdagangan yang lebih dinamis dan efisien, lembaga yang semakin berdaya, serta ekonomi yang lebih kompetitif dan terdiversifikasi” di lingkungan CPLP.
Sementara itu, Kepala Program Sistem Data Bea Cukai Otomatis UNCTAD, Renaud Massenet menilai bahwa kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola ekonomi, memodernisasi lembaga-lembaga terkait perdagangan, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di negara-negara anggota.
Berbasis di Jenewa, Swiss, UNCTAD didirikan pada tahun 1964 dengan misi mengintegrasikan negara-negara berkembang ke dalam ekonomi dunia serta berkontribusi pada upaya pemberantasan kemiskinan. Badan PBB ini juga berpartisipasi, berkoordinasi dengan entitas lain dalam sistem PBB, dalam memantau kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan dalam Agenda 2030.
Reporter: Afonso do Rosário (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




