iklan

INTERNASIONAL

Dua Jurnalis TL terpilih sebagai penerima Media Scholarship di Australia

Dua Jurnalis TL terpilih sebagai penerima Media Scholarship di Australia

Dua jurnalis muda Timor-Leste, Cidalia Antoninha Fátima da Conceição, dari Kantor Berita Timor-Leste (TATOLI), dan David da Costa Gusmão dari media Neon Metin, terpilih sebagai penerima Scholarship pertama pada program Timor-Leste Public Interest Media Scholarship. Foto spesial

DILI, 20 Fevereiru 2026 (TATOLI) – Dua jurnalis muda Timor-Leste, Cidalia Antoninha Fátima da Conceição, dari Kantor Berita Timor-Leste (TATOLI), dan David da Costa Gusmão dari media Neon Metin, terpilih sebagai penerima pertama program Timor-Leste Public Interest Media Scholarship.

Programa media scholarship itu merupakan sebuah program kemitraan antara Pemerintah Australia dan ABC International Development, yang memberikan kesempatan untuk mendalami bidang jurnalisme investigatif di Australia selama dua minggu.

Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, menyampaikan apresiasi atas kualitas proposal investigasi yang diajukan kedua penerima beasiswa, khususnya terkait isu limbah medis dan kekerasan seksual terhadap anak perempuan. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama para penerima beasiswa di Kedutaan Besar Australia di Dili, pada Jumat ini.

“Saya sangat senang bertemu dengan kalian berdua sebagai penerima pertama beasiswa ini. Kami bangga dapat bermitra dengan ABC International Development dalam program baru ini,” ujar Dubes Wilson.

Diplomat tersebut menegaskan, dari perspektif Australia, ABC merupakan contoh kuat praktik jurnalisme investigatif, akuntabilitas, kebebasan pers, serta pelaporan yang etis dan bertanggung jawab.

Melalui program ini, kedua penerima beasiswa akan menghabiskan waktu di Sydney dan Melbourne, bekerja bersama tim ABC. Mereka akan mempelajari proses kerja ruang redaksi,  mulai dari cara pengambilan keputusan editorial hingga penetapan standar produksi berita.

“Kalian akan melihat langsung seluruh siklus berita, bagaimana keputusan dibuat, dan bagaimana proses editorial berjalan di ruang redaksi utama,” jelas Wilson.

Kedua jurnalis juga akan mendapat pendampingan dari mentor khusus, termasuk Caroline dari ABC International Development, yang akan membangun hubungan profesional jangka panjang dengan para peserta.

Salah satu penerima beasiswa, Cidalia Antoninha Fátima da Conceição, yang merupakan jurnalis TATOLI, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan tersebut.

“Saya berharap melalui program ini dapat mengembangkan kemampuan laporan berita yang saya buat, terutama untuk menyuarakan perasaan para korban yang sering kali tidak tahu apakah aman bagi mereka untuk kembali ke sekolah,” ujar Cidalia.

Sementara itu, David da Costa Gusmão dari media Neon Metin mengatakan pengalaman dua minggu di Australia akan menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kapasitasnya dalam menyusun proposal investigasi, khususnya terkait isu limbah medis.

“Saya berharap dapat memperdalam kemampuan saya dalam jurnalisme investigatif dan mengembangkan proposal yang telah saya siapkan,” kata David.

Program beasiswa ini diumumkan pada Oktober 2025 dan terbuka bagi jurnalis Timor-Leste berusia di bawah 30 tahun yang aktif memproduksi konten dalam bahasa Tetun, Portugis, atau Inggris. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas jurnalisme kepentingan publik dan mendorong praktik laporan berita yang akuntabel di Timor-Leste.

Reporter: Afonso do Rosário

Editor: Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!