DILI, 18 Februari 2026 (TATOLI) – Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam, Erywan Pehin Yusof, melakukan kunjungan resmi ke Timor-Leste (TL). Kunjungan tersebut untuk memperkuat kemitraan bilateral strategis antara Timor-Leste dan Brunei Darussalam, terutama mendukung Timor-Leste dalam mempersiapkan Kepresidenannya di ASEAN yang dijadwalkan pada tahun 2029.
Menteri Erywan Pehin Yusof, dalam kunjungan tersebut, bertemu Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas dan melakukan pertemuan bilateral yang dilakukan di Pantai Kelapa Dili, Rabu ini.
Usai pertemuan, melalui keterangan kepada pers, Menteri Erywan Pehin Yusof menekankan pentingnya memperkuat kapasitas kelembagaan Timor-Leste untuk menjadi tuan rumah KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ASEAN pada tahun 2029.
“Kami akan bekerja sama dengan Timor-Leste untuk mengembangkan kapasitas yang diperlukan untuk menerima para pemimpin organisasi tersebut di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Selanjutnya, Menteri Erywan Pehin Yusof menyatakan bahwa pertemuan tersebut penting bukan hanya untuk membahas kerja sama regional, tetapi juga untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara kedua negara, dan menekankan perlunya menciptakan platform dialog permanen.
Diplomat Brunei tersebut mengindikasikan bahwa area prioritas yang telah diidentifikasi meliputi pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kesehatan, dan konektivitas, serta menekankan potensi Timor-Leste untuk memperluas jalur penerbangan.

Sementara itu, Menteri Bendito Freitas mengatakan tujuan dari kunjungan Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam, Erywan Pehin Yusof, bersama delegasi untuk memperkuat kemitraan bilateral strategis antara Timor-Leste dan Brunei Darussalam.
“Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan bilateral strategis antara Timor-Leste dan Brunei Darussalam, terutama di bidang kerja sama ekonomi, infrastruktur, konektivitas, pembangunan kapasitas sumber daya manusia, serta untuk mendukung Timor-Leste dalam mempersiapkan kepresidenannya di ASEAN di masa mendatang, yang dijadwalkan pada tahun 2029,” kata Menteri Bendito Freitas kepada wartawan usai pertemuan tersebut.
Menteri Bendito Freitas juga menyoroti bahwa kedua pihak sepakat untuk menciptakan mekanisme koordinasi bilateral, yang dirancang untuk memantau secara teknis prioritas yang telah ditetapkan dan mendukung implementasi kerja sama antara kedua Pemerintah.
Menurut Menteri Bendito Freitas, ini adalah kunjungan pertama pejabat pemerintah dari negara anggota ASEAN sejak Timor-Leste secara resmi menjadi anggota penuh organisasi tersebut pada Oktober tahun 2025.
Sementara itu, berdasarkan agenda Menteri Erywan Pehin Yusof akan bertemu dengan Perdana Menteri, Xanana Gusmão, dan Presiden Republik, José Ramos-Horta.
Menteri Luar Negeri II Brunei Darussalam, Erywan Pehin Yusof bersama delegasi akan berada di Timor-Leste selama tiga hari terhitung pada 18 – 20 Februari.
Reporter : Afonso do Rosário (Penerjemah : Armandina Moniz)
Editor : Isaura Lemos de Deus




