iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

ABC ID gelar Dialog Digital, fokuskan masa depan media TL di era AI dan transformasi digital

ABC ID gelar Dialog Digital, fokuskan masa depan media TL di era AI dan transformasi digital

ABC International Development bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Timor-Leste menyelenggarakan kegiatan Dialog Digital atau Diálogu Dijitál Timor-Leste 2026 selama dua hari di Hotel Timor Plaza, Dili. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 13 Februari 2026 (TATOLI) – ABC International Development bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia di Timor-Leste menyelenggarakan kegiatan Dialog Digital atau Diálogu Dijitál Timor-Leste 2026 selama dua hari di Hotel Timor Plaza, Dili, guna membahas posisi media nasional saat ini serta tantangan dan harapan ke depan di tengah transformasi digital global.

Program yang berlangsung pada pada 13–14 Februari tersebut mempertemukan jurnalis, editor, pimpinan redaksi, dan kreator konten untuk mendiskusikan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), keamanan digital, keberlanjutan bisnis media, serta penanganan mis dan disinformasi.

Fiona Churchman dari ABC International Development menjelaskan dialog dua hari itu difokuskan pada refleksi kondisi media Timor-Leste saat ini dan langkah konkret yang dapat dilakukan untuk memastikan jurnalisme berkualitas tetap menjangkau publik.

“Kita tahu dunia media sedang berubah, ada AI, algoritma, dan berbagai platform digital. Namun jurnalisme berkualitas tetap harus sampai kepada audiens. Kami ingin mendiskusikan apa yang bisa dikontrol dan dilakukan media Timor-Leste agar dapat berkembang di masa depan,” ujar Fiona Churchman di Maubara Room Timor Plaza, Jumat ini.

Ia menambahkan, sejumlah pakar dari Filipina, Indonesia, dan Australia hadir untuk berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik di negara masing-masing, termasuk strategi keberlanjutan bisnis media, penggunaan alat digital dan AI di ruang redaksi, serta perlindungan keamanan digital bagi jurnalis.

Narasumber yang hadir antara lain Kathryn Raymundo yang membahas monetisasi dan viabilitas bisnis media, Craig McCosker mengenai pemanfaatan AI di ruang redaksi, Andre Yuris tentang keamanan digital, serta Mary-Louise Vince yang mengulas mis/disinformasi dan jurnalisme mobile. Sesi verifikasi fakta juga melibatkan Asosiasaun Faktus Timor-Leste.

Di tempat yang sama Ketua Asosiasi Jurnalis Timor Lorosa’e (AJTL), Zevonia Viera, menilai kegiatan tersebut sebagai peluang penting, khususnya bagi jurnalis muda di era digital.

“Kita berada di era digital. Banyak isu menyebar di media sosial dan membuat masyarakat rentan, terutama mereka yang memiliki literasi digital terbatas. Pelatihan ini membantu jurnalis memahami literasi AI secara lebih mendalam, menganalisis informasi yang beredar, serta mendukung publik memperoleh informasi yang kredibel,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pemahaman penggunaan alat seperti ChatGPT dapat membantu jurnalis melakukan riset dan studi kasus dalam penyusunan laporan berita.

Sementara itu, jurnalis Neon Metin, David da Costa Gusmão, mengatakan pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan kerja jurnalis saat ini.

“Pelatihan ini penting karena membantu saya memahami materi yang dapat langsung diimplementasikan di tempat kerja. Keamanan digital sangat penting karena kita hidup di era teknologi dan setiap berita mencantumkan nama kita. Kami belajar bagaimana melindungi identitas di era digital ini,” ujarnya.

Selain diskusi, kegiatan ini juga mencakup sesi praktik jurnalisme mobile dan pemetaan langkah tindak lanjut bagi industri media nasional. Diálogu Dijitál Timor-Leste merupakan bagian dari inisiatif regional ABC International Development yang akan dilaksanakan di sejumlah negara ASEAN hingga Juni 2026.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!