DILI, 12 Februari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste bersama Pemerintah Australia secara resmi meluncurkan program Pacific Australia Skills – Timor-Leste, sebuah inisiatif regional yang dirancang untuk memperkuat sistem pendidikan dan pelatihan vokasi (TVET), meningkatkan kualitas keterampilan tenaga kerja, serta memperluas akses terhadap peluang kerja yang inklusif dan berkelanjutan.
Peluncuran program tersebut dilakukan oleh Sekretaris Negara Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Rogério Araújo Mendonça, bersama Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, bersama perwakilan lembaga pemerintah, institusi pelatihan, mitra industri, dan pemangku kepentingan lainnya di Palm Spring Hotel, Kamis ini.
Dalam sambutannya, Sekretaris Negara Rogério Araújo Mendonça menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Timor-Leste membangun bangsa yang lebih terampil dan tangguh.
“Hari ini menandai sebuah tonggak dalam perjalanan kita membangun negara yang lebih terampil dan resilien. Kita menempatkan visi bersama di mana Timor-Leste memimpin agenda pengembangan keterampilannya sendiri melalui kemitraan yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kemajuan,” ujar Rogério.
Ia menegaskan bahwa Timor-Leste merupakan negara muda dan dinamis, dengan 74 persen penduduk berusia di bawah 35 tahun. Setiap tahun sekitar 18.000 pemuda memasuki pasar kerja, sementara saat ini terdapat sekitar 234.000 warga Timor-Leste yang bekerja, dengan hampir 59 persen berada di sektor jasa.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap pelatihan vokasi berkualitas tinggi yang mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
“Dengan berinvestasi pada keterampilan, kita tidak hanya mengajarkan sebuah keahlian, tetapi juga berinvestasi pada produktivitas dan ketahanan nasional,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Pacific Australia Skills (PAS) diharapkan menghadirkan peluang nyata bagi masyarakat, melalui pelatihan berkualitas, pengembangan profesional, kemitraan kuat antara industri dan lembaga pendidikan, serta jalur menuju pekerjaan dan kewirausahaan.
Program ini juga menekankan pentingnya inklusivitas dengan memastikan perempuan, pemuda, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah pedesaan tidak tertinggal.
“Inisiatif ini bukan hanya tentang pelatihan, tetapi tentang transformasi,” tegasnya.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, mengatakan bahwa Australia sangat menghargai hubungan saling percaya dan komitmen bersama dalam membangun peluang dan kemakmuran bagi masyarakat Timor-Leste.
“Peluncuran Pacific Australia Skills untuk Timor-Leste merupakan tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang kita. Program ini berfokus pada keterampilan berkualitas untuk pekerjaan dan mendukung visi Timor-Leste dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Wilson.
Ia menjelaskan bahwa program ini dibentuk berdasarkan prioritas nasional Timor-Leste, kebutuhan industri lokal, serta aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan.
Program ini juga melanjutkan keberhasilan Australia Pacific Training Coalition (APTC), yang pada periode 2021–2025 telah mendukung lebih dari 1.550 warga Timor-Leste untuk mengakses kualifikasi, kursus singkat, dan berbagai pelatihan guna meningkatkan kesiapan kerja dan mendukung pembangunan nasional.
Menurut Caitlin, Pacific Australia Skills akan bekerja sama erat dengan Pemerintah Timor-Leste, termasuk SEFOPE dan lembaga terkait lainnya seperti INDMO, serta penyedia pelatihan, pemberi kerja, dan komunitas untuk memperkuat sistem keterampilan nasional.
Pelatihan yang diberikan akan diarahkan pada kebutuhan pasar kerja lokal dan industri, sekaligus membuka peluang mobilitas tenaga kerja ke Australia melalui skema Pacific Australia Labour Mobility (PALM).
“Pelatihan ini tidak hanya mempersiapkan tenaga kerja sebelum bekerja di Australia, tetapi juga memastikan ketika mereka kembali ke tanah air, keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat ganda bagi keluarga, komunitas, dan perekonomian nasional,” jelasnya.
Selain fokus pada kualitas dan relevansi pelatihan, program ini juga menaruh perhatian besar pada ketahanan terhadap perubahan iklim dan inklusi sosial. Pacific Australia Skills berkomitmen memastikan akses setara terhadap pendidikan dan pelatihan bagi perempuan dan laki-laki, kaum muda, penyandang disabilitas, serta masyarakat di daerah terpencil.
Ke depan, Pacific Australia Skills akan melakukan konsultasi nasional bersama pemerintah dan pemangku kepentingan di Timor-Leste untuk menentukan prioritas strategis dan menyusun rencana kerja tahunan pertama. Pendekatan ini menegaskan bahwa pengembangan sistem keterampilan akan dipimpin oleh Timor-Leste sendiri, dengan dukungan kemitraan dari Australia.
Peluncuran program ini memperkuat komitmen kedua negara dalam membangun tenaga kerja yang kompeten, inklusif, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




